BADUNG, SERANUSA.COM-Nama Gubernur Bali Wayan Koster menjadi perbincangan pada forum dunia International Conference on Latest Molecular Technology in Agriculture (ICLMTA 2025) 22–23 September 2025 di Holiday Inn Resort Baruna, Kuta, Bali. Meskipun Koster tak ada dilokasi, tampak beberapa ilmuwan dan peneliti mengapresiasi upaya visioner Gubernur Bali dua periode ini.
Forum ini menghadirkan 170 peserta yang terdiri dari akademisi, peneliti, mahasiswa, praktisi industri, serta pembuat kebijakan dari sembilan negara.
Mereka membahas berbagai fokus riset mutakhir, mulai dari gene editing, CRISPR, dan bioteknologi mikroba, hingga metagenomik, bioinformatika, serta teknologi molekuler untuk pengendalian hama, peningkatan produktivitas ternak, dan kesehatan tanah.
BACA JUGA
Ahli biomolekuler IPB Bogor Prof. Dr. Ir. Antonius Suwanto, M.Sc yang tak lain merupakan penyelenggara forum dunia ini kepada awak media, menyebut upaya visioner Gubernur Koster mengembangkan bunga marigold (gumitir) di Bali.
Tujuan Koster dinilai mulia karena menghentikan impor bibit marigold dari luar masuk ke Bali.
“Pak Koster sebagai Gubernur Bali menggandeng IPB, kembangkan bagaimana agar marigold ini bisa diproduksi sendiri di Bali.
Selama ini benihnya di import dari Thailand,” katanya.
Hasilnya sudah terlihat sekarang. Upaya Gubernur Koster dan IPb berhasil. Bahkan bunga marigold yang dihasilkan tak hanya berwarna kuning, melainkan banyak varian warnanya.
BACA JUGA
Uang Makan PNS dan Nakes di Bali Tak Dianggarkan Sejak 2021, tapi ada TPP dan Jaspel
“Sekarang sudah berhasil. Bahkan, marigold ini kan warna kuning tapi sekarang kita buat warna merah dan putih.
Dua tahun lalu (2023) sudah kita launching di Bali, marigold merah dan putih saat 17 Agustus,” katanya Antonius Suwanto, 22 September 2025.
Pujian terdengar untuk upaya visioner Koster. Karena apa yang dilakukan ini untuk menghentikan impor bibit bunga gumitir.








