Tiket Masuk Taman Nasional Bali Barat, Fasilitas, Penemuan Jalak Bali dan Tips Jelajahi Hutan Konservasi

Hewan di Taman nasional Bali Barat. Foto ist Taman Nasional Bali Barat.
Hewan di Taman nasional Bali Barat. Foto ist Taman Nasional Bali Barat.

SERANUSA.COM, DENPASAR – inilah Harga tiket masuk ke Taman Nasional Bali Barat. Untuk domestik dan wisman berbeda harga tiket.

Meski sebuah hutan lindung, di taman Nasional Bali Barat ternyata memiliki fasilitas yang cukup lengkap. Bahkan terdapat penginapan.

Selain itu, Seranusa.com juga menyajikan beberapa informasi terkait penemuan ikon burung Jalak Bali di sekitar hutan lindung atau konservasi yang berada di antara Jembrana dan Buleleng ini.

Anda juga dianjurkan beberapa tips jitu untuk menjelajahi Taman Bali Barat sekaligus menikmati keindahan hutan, laut, bukit dan sejumlah hewan langka.

Anda yang tengah berlibur ke Bali saat liburan sekolah tentu ingin merasakan sensasi alam liar di taman nasional Bali Barat. Hutan konservasi yang terletak di wilayah Buleleng dan Jembrana ini bisa dinikmati hingga malam hari. Anda bisa menginap di sini.

Selain itu, harga tiket masuknya cukup murah. Bagi turis domestic hanya Rp 20 ribu per orang. Untuk turis atau wisatawan mancanegara sebesar Rp 200 ribu. Anda juga bisa bermalam di sini. Terdapat sejumlah penginapan yang menawarkan harga yang terjangkau untuk menginap dan merasakan sensasi heningnya alam liar.

Di Taman Bali Barat juga masih bisa ditemukan sejumlah hewan seperti banteng, rusa, lutung, kalong dan aneka burung. Ikon Bali Burung Jalak masih ditemukan di sini. Jalak Bali dikenal Leucopsar rothschildi menjadi maskot Bali dalam kegiatan apapun baik level nasional dan internasional.

Lokasinya mudah ditemukan. Dari Denpasar anda akan menempuh perjalanan sekitar 4 jam perjalanan. Taman ini berada tepat Jalan Raya Cekik Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali. Lokasinya juga berbatasan dengan Buleleng.

Anda wajib tahu jam buka destinasi wisata alam ini. Pukul 08.00 WITA telah dibuka hingga 17.00 WITA. Selanjutnya anda bisa bermalam di sini.
Warga setempat juga hidup membaur dengan hutan konservasi ini. Mereka turut membantu melestarikan Jalak Bali dengan cara adat mereka.

Sebanyak 13 etnis budaya sosial di Bali Barat bermukim tak jauh dari kawasan Taman Nasional berpadu selaras dengan upaya pelestarian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *