Ketika Lift Kaca Kelingking Beach Dibiarkan, Nanti Mendaki Gunung Agung dan Batur Pakai Lift, Koster: Orisinil Bali akan Hilang

Gubernur Bali Wayan Koster memerintah stop pembangunan proyek Lift Kaca Pantai Kelingking Nusa Penida karena dinilai banyak melanggar regulasi dan undang-undang. Foto Seranusa.com
Gubernur Bali Wayan Koster memerintah stop pembangunan proyek Lift Kaca Pantai Kelingking Nusa Penida karena dinilai banyak melanggar regulasi dan undang-undang. Foto Seranusa.com

DENPASAR, SERANUSA.COM-Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan wajib menjaga keaslian dan karakter alam, budaya, seni, tradisi Bali dalam memfasilitasi pembangunan pariwisata.

Koster telah memerintahkan membongkar proyek pembangunan lift kaca di Pantai Kelingking Nusa Penida Klungkung. Proyek ini dinilai bisa mengikis nilai orisinalitas pulau Dewata.

Koster menyampaikan kekhawatirannya jika pola pembangunan pragmatis seperti ini terus dibiarkan, maka keaslian alam Bali akan tergerus hanya demi kemudahan akses menuju daya tarik wisata.

BACA JUGA

Lima Pelanggaran Berat Proyek Lift Kaca di Pantai Kelingking, Gubernur Koster Perintahkan Bongkar dan Pulihkan Lingkungan Sekitar

“Kalau semuanya dibuat serba mudah, lama-lama mendaki Gunung Agung pun dibuatkan lift. Mendaki Gunung Batur akan dibuat lift. Objek wisata lainnya juga disiapkan lift.

Di mana letak orisinalnya? Hilang jadinya,” tegas Gubernur Bali Wayan Koster kepada awak media, Minggu 23 November 2025 di Jaya Sabha. 


Saat itu, Koster didampingi  Bupati Klungkung I Made Satria, Ketua Pansus TRAP DPRD Bali I Made Supartha, Karo Hukum IB Sudarsana dan Kasat Pol PP Bali I Dewa Nyoman Rai Darmadi, menyampaikan perintah pembongkaran proyek lift kaca karena dinilai telah melakukan pelanggaran berat di Kelingking Beach. 

Koster menekankan, pembangunan yang mengorbankan karakter alami dan spiritual Bali harus dicegah sejak dini.

BACA JUGA

DPRD Bali Target DTW Jatiluwih, Pelanggaran Tak Ada Tawar Menawar, akan Diawasi Ketat

“Yang seperti ini tidak boleh dibiarkan. Kita lebih baik menjaga masa depan Nusa Penida dalam jangka panjang ketimbang membela hal-hal yang justru merusak masa depan,” ujarnya.

Menurut Koster, pengembangan pariwisata Bali harus tetap berbasis pada pelestarian alam, budaya, dan kearifan lokal sesuai visi nangun sat kerthi loka Bali agar pulau ini tidak kehilangan identitasnya sebagai destinasi unik di dunia.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *