Aktor dibalik Arak Bali Mendunia Setara Sake, Soju, Wisky, Ternyata Wilayah Inilah Penghasilnya

Arak Bali dengan kemasan botol kaca setelah diangkat derajatnya oleh Gubernur Bali 2018-2023 Dr Ir Wayan Koster MM. Foto Seranusa.com
Arak Bali dengan kemasan botol kaca setelah diangkat derajatnya oleh Gubernur Bali 2018-2023 Dr Ir Wayan Koster MM. Foto Seranusa.com

SERANUSA.COM, KARANGASEM-Semua orang di Bali bertanya siapa aktor dibalik arak Bali dikenal dunia hingga sejajar dengan Sake, Soju, Wisky.

Tanpa kebijakan figur ini, tentunya arak Bali hanya dikenal di Bali dan dikonsumsi warga Bali.

Kini arak Bali yang menjadi warisan budaya Pulau Dewata telah lestari dan harum hingga ke dunia.

Bahkan, terbaru belasan warga Belgia dan Belanda menyebut jika arak Bali rasanya seperti minuman alkohol Jenever di negara mereka.

Ungkapan hati wisatawan mancanegara (wisman) Eropa ini disampaikan langsung didepan Gubernur Bali 2018-2023 Dr Ir Wayan Koster MM di Taman Ujung Sukasada Karangasem Bali, Minggu 23 Juni 2024.

Saat di Destinasi Wisata Karangasem ini sementara digelar mixologi Arak Bali dalam rangka Bulan Bung Karno 2024.

“Rasanya enak tak kalah dari Jenever di Belanda dan Belgia,” kata wisman Eropa yang diterjemahkan guide mereka bernama Yance Lele Dapawole.

Sementara itu, Gubernur Bali 2018-2023 Wayan Koster dinilai sukses menjadikan arak Bali naik kelas menjadi minuman bertaraf internasional di Bali.

Arak Bali sekarang sudah diminati hotel berbintang di Bali, restoran berkelas di Bali.

Kemasan arak Bali juga berkelas dan bertaraf internasional. Branding arak Bali juga sudah mendunia.

Bahkan, saat Pergub Nomor 1 Tahun 2020 Tentang Tata Kelolah Minuman Tradisional Khas Bali, produksi arak terus meningkat, kualitas arak Bali juga saat ini sudah setara dengan minuman beralkohol lainnya di dunia.

Arak Bali kini sudah bersaing dengan Sake, Soju, Wisky dan sebagainya. Sudah banyak turis di Bali yang beralih ke arak Bali. Kadar alkoholnya terukur, alamiah, dan higienis.

Dalam rangkaian peringatan Bulan Bung Karno di Taman Ujung Karangasem, Minggu (23/6/2024), Koster secara tegas mengatakan bahwa Bali ini destinasi wisata dunia. Sebagai destinasi wisata dunia, pasar minuman beralkohol di Bali tidak bisa dihindari sebab sudah menjadi kebutuhan utama.

Pariwisata Bali harus tunduk para pasar dengan segala risiko yang baik dan positif, termasuk kebutuhan akan alkohol.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *