DENPASAR,SERANUSA.COM-Antri gas LPG 3 kg di pangkalan di Kota Denpasar memantik respon beragam dari warga. Setelah dua pakan merasa kesulitan, kini warga menyampaikan terima kasih karena bisa memasak untuk keluarga tercinta.
Kebijakan penghentian gas ke pengecer per 1 Februari 2025, membuat warga panik. Panic buying menjadi pemicu.
Warga akhirnya bisa menghirup nafas lega. Karena bisa kembali mendapat gas LPG 3 Kg. Warga menyampaikan terima kasih kepada semua pihak terkait ketika Sekretaris Daerah Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Wiradana melaksanakan sidak sekaligus meninjau langsung proses distribusi Gas LPG 3 Kg kepada konsumen/masyarakat yang dilaksanakan di Kawasan Pasar Desa Adat Penatih, Denpasar pada Kamis (6/2).
BACA JUGA
Hal tersebut dilaksanakan guna menindaklanjuti sinergi Pertamina dan Pemkot Denpasar dalam menyikapi kelangkaan Gas LPG 3 Kg di masyarakat serta memastikan ketersediaan pasokan dan kelancaran proses distribusi.
Tampak hadir dalam kegiatan tersebut Anggota DPRD Provinsi Bali, AA Ngurah Gede Marhaendra Jaya, Branch Manager Pertamina Denpasar, Zico Aldillah Syahtian, Camat Denpasar Timur, Ketut Sri Karyawati, serta instansi terkait lainya. Bahkan, tak jarang Sekda Alit Wiradana berbincang bersama masyarakat yang sedang membeli Gas LPG 3 Kg.
Dengan senyum sumringah, salah seorang masyarakat yang tidak diketahui namanya tersebut menunjukan kebahagiaannya lantaran memperoleh Gas LPG 3 Kg yang baru saja dibeli. Tak ayal ucapan terima kasih pun disampaikan kepada seluruh petugas, termasuk rombongan yang sedang melaksanakan sidak dan peninjauan lapangan ini.
“Terima kasih bapak ibu sekalian, payu titiang masak (jadi saya masak), terima kasih,” ungkapnya sambil berlalu menggunakan sepeda motor.
BACA JUGA
Narkoba di Bali Kian Prihatin, Desa Adat Disebut-sebut, Pemprov dan BNN Tak Bisa Perang Sendiri
Sekretaris Daerah Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Wiradana dalam kesempatan tersebut mengatakan bahwa dengan adanya fenomena kelangkaan gas ini menjadi perhatian serius Pemkot Denpasar untuk intens dalam mengawasi dan mendata tabung yang didistribusikan dari pangkalan ke agen-agen di Denpasar. Hal ini mengingat kondisi perekonomian di Kota Denpasar sedang bertumbuh dan juga merupakan salah satu pusat perdagangan sehingga pengawasan pendistribusian gas LPG 3 kg kepada agen agar lebih ditingkatkan.








