Arak Bali, Mixology, Kreativitas Generasi Muda, dan Pemimpin Visioner Wayan Koster

Arak Bali, Mixology, Kreativitas Generasi Muda, dan Pemimpin Visioner Wayan Koster. Foto ist
Arak Bali, Mixology, Kreativitas Generasi Muda, dan Pemimpin Visioner Wayan Koster

DENPASAR, SERANUSA.COM-Sains dan seni meracik minuman khas lokal di Bali mulai digandrungi generasi muda.

Arak Bali merupakan satu di antara minuman khas Bali yang menjadi bahan dasar mixology.

Generasi muda Bali menghasilkan koktail rasa internasional berbahan dasar arak yang kini disukai wisatawan ketika berkunjung ke Bali.

Di sini, kreativitas anak muda Bali terlihat jelas. Mereka belajar sains dan seni meracik minuman koktail sekaligus penguasaan teknik menghibur lewat aksi akrobatik melempar botol dan alat bar (flair bartending). 

Tak hanya itu, mereka juga turut berkontribusi menjaga, melestarikan dan mengangkat tradisi lokal, Arak Bali. 

BACA JUGA

Gubernur Koster Tutup Turnamen Gateball Nasional, Apresiasi Perjuangan Atlet Bali Raih Juara

Semangat generasi muda tampak pada lomba Kompetisi Mixology & Flair Bartender rangkaian HUT ke-68 Provinsi Bali, Minggu 9 Agustus 2026 di Denpasar. 

Gubernur Bali Wayan Koster hadir dan menyaksikan langsung kreativitas mereka. Koster takjub dan memberi aplaus saat melihat skill generasi muda. 

Koster hadir sebagai pemimpin visioner yang telah meletakkan fondasi kuat arak Bali.

Pada 29 Januari 2020, Koster menerbitkan regulasi yang melegalkan dan mengatur tata kelola Arak Bali yakni Peraturan Gubernur (Pergub) Bali Nomor 1 Tahun 2020 tentang Tata Kelola Minuman Fermentasi dan/atau Destilasi Khas Bali. Arak Bali Era Baru dimulai saat itu dengan tetap memegang teguh tradisi, budaya dan seni. 

Gubernur Bali dua periode ini mengambil langkah out of the box dan strategis untuk melindungi, membinakan, dan memberdayakan Arak Bali sebagai salah satu warisan budaya serta penggerak ekonomi kerakyatan lokal. 

Regulasi ini diterbitkan Koster ketika Bali dan dunia sedang dilumpuhkan oleh pandemi covid-19. 

Kini, semua sektor mulai terdampak dengan legacy atau warisan program dan kebijakan Koster.

Generasi muda diharapkan menjaga dan meneruskan fondasi kuat yang telah ditanamkan Koster dengan berlandaskan visi Nangun Sat Kerti Loka Bali dalam Bali Era Baru 100 tahun kedepan (2025-2125).(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *