DENPASAR, SERANUSA.COM-Bali United kini mendiami jurang degradasi Liga 1 Indonesia 2025/2026 (sekarang disebut BRI Super League 2025/2026) usai pekan ke-6 menelan kekalahan dari PSIM Yogyakarta.
Skuat asuhan pelatih Johnny Jansen kalah di kandang sendiri Stadion Dipta Gianyar Bali Sabtu 20 September 2025.
Serdadu Tridatu dibantai 1-3 di hadapan ribuan semeton dewata dan NorthSide Boys 12 (NSB12).
PSIM Yogyakarta langsung menduduki peringat ketiga klasemen BRI Super League usai kemenangan ini. PSIM mendekati Persija Jakarta di posisi kedua usai kalah dari PSM Makassar 2-0.
BACA JUGA
RESMI, 3 Pemain BUA Mataram Gabung Bali United EPA, Anton Lao: Harus Kerja Keras dan Disiplin
Sementara tim asal Yogyakarta itu berada diatas Persib Bandung meski Maung Bandung menang di markas Arema FC 1-2 di Stadion Kanjuruhan.
Bali United kian terpuruk dengan hasil ini. Mereka tak lagi bersaing di papan atas seperti pengalaman kompetisi sebelumnya.
Bek Bali United juga Timnas Indonesia U-23 Kadek Arel menyebut hasil pertandingan tak sesuai dengan ekspektasi dari tim pelatih, pemain dan seluruh jajaran tim.
Karena dengan kekalahan tersebut Bali United menempati jurang degradasi. Posisi ke-14 klasemen BRI Super League 2025/2026 capaian terburuk bagi klub juara Liga 1 dua kali ini.
Dengan fasilitas mewah Bali United Training Center di Pantai Purnama beserta semua sarana pendukung, sejumlah fans menilai tak masuk akal Serdadu Tridatu mendiami posisi jurang degradasi.
“Pertandingan yang tidak sesuai dengan ekspektasi kita karena belum berhasil menang. Tapi sebagai pemain, saya menyampaikan terima kasih kepada suporter yang telah datang mendukung tim di pertandingan kali ini,” ucap Kadek Arel usai laga.
Kekalahan ini menjadi cambuk bagi seluruh pemain Bali. Apalagi, tim milik Pieter Tanuri ini akan bertolak ke markas Semen Padang FC di Padang Sumatera Barat .








