SINGARAJA, SERANUSA.COM – Cuaca ekstrem disertai hujan deras yang melanda wilayah Kabupaten Buleleng mengakibatkan banjir bandang menerjang Desa Banjar, Kecamatan Banjar, pada Jumat (6/3/2026) sore.
Bencana tersebut menyapu kawasan Dusun Santal dan Dusun Ambengan, serta menyebabkan empat warga menjadi korban.
Informasi mengenai kejadian tersebut diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar pada Jumat malam sekitar pukul 22.10 Wita dari Camat Banjar. Berdasarkan laporan awal, luapan sungai memicu banjir bandang yang menerjang permukiman warga.
BACA JUGA
Menindaklanjuti laporan tersebut, sebanyak tujuh personel dari Pos Pencarian dan Pertolongan (SAR) Buleleng langsung diberangkatkan menuju lokasi kejadian.
Setibanya di lokasi, tim segera berkoordinasi dengan camat serta unsur SAR gabungan lainnya untuk melakukan upaya pencarian dan penanganan.
Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Buleleng, Kadek Donny Indrawan, menjelaskan bahwa satu korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Korban diketahui bernama Dewa Ketut Adi Suarjana (55), warga Dusun Santal.
Menurut keterangan saksi, Suarjana saat itu berupaya menyelamatkan mobil miliknya ketika banjir bandang tiba-tiba datang.
Saat baru masuk ke dalam mobil, arus air yang sangat deras langsung menerjang kendaraan tersebut. Korban sempat berusaha keluar dan meraih pohon kopi untuk menyelamatkan diri, namun nahas ia tertimpa pohon besar yang ikut terseret arus banjir.
“Jenazah korban akhirnya ditemukan sekitar pukul 23.00 Wita setelah ketinggian air mulai surut. Selanjutnya korban dibawa ke RSU Pratama Tanguwisia,” ujar Kadek Donny.
Sementara itu, tiga korban lainnya dilaporkan masih hilang di Dusun Ambengan, Desa Banjar. Ketiganya merupakan satu keluarga yang rumahnya jebol diterjang luapan Sungai Mendaum.
Adapun identitas korban yang masih dalam pencarian yakni Komang Suci (44) beserta dua anaknya, Putu Wini (17) dan Kadek Wahyu (12).
Upaya pencarian sempat dilakukan pada Jumat malam, namun terkendala kondisi gelap dan jarak pandang yang sangat terbatas sehingga dinilai tidak efektif.








