Baru Beroperasi, Pelabuhan Sampalan Ditemukan Banyak Kerusakan, Warga: Fast Boat Besar Tak Bisa Masuk

Kolase foto: Kondisi ukiran Bali yang sudah retak di Gedung Kantor Pelabuhan Sampalan Nusa Penida Klungkung dan kolam parkir fast boat. Foto ist
Kolase foto: Kondisi ukiran Bali yang sudah retak di Gedung Kantor Pelabuhan Sampalan Nusa Penida Klungkung dan kolam parkir fast boat. Foto ist

NUSA PENIDA, SERANUSA.COM-Kondisi Pelabuhan Sampalan Kecamatan Nusa Penida kini sangat memprihatinkan.

Padahal pelabuhan yang digarap oleh PT Maha Karya Sumber Abadi Sidoarjo tersebut baru beroperasi lebih dari 2 tahun.

Tidak tanggung-tanggung. Anggaran yang digelontorkan juga sangat fantastis yakni sebesar Rp 96,5 miliar.

Namun baru dua tahun lebih beroperasi, fisik bangunan kondisinya sudah sangat memprihatinkan.

Pelabuhan yang berlokasi di Desa Batununggul Nusa Penida Klungkung Bali ini terjadi kerusakan disana-sini.

“Kami sudah lama mendapatkan informasi ini. Kualitas fisik bangunan tidak sesuai. Belum lagi saat ini sudah terjadi banyak kerusakan. Dan harus membutuhkan banyak biaya perbaikan,” ujar seorang warga yang sehari-hari berjualan di seputaran Pelabuhan Sampalan.

Pantauan langsung media ini di Pelabuhan Sampalan menunjukkan, kolam alur putaran kapal yang sempit sehingga kapal besar tidak bisa bermanuver.

Kondisi breakwater di beberapa sisi yang sudah tergerus abrasi baik di sisi selatan maupun utara.

Bahkan beberapa titik di sisi luar breakwater yang sudah tergerus abrasi dan tertimbun pasir.


Pasir laut dari bagian belakang sisi kiri Pelabuhan mulai menutupi Break Water penahan kolam berlabuh.

Warga setempat menilai kolam pelabuhan sempit, terutama cela masuk dari laut lepas menuju area parkir kapal.

Sehingga kapal fast boat berukuran besar dari Sanur dan Gili Terawangan tak bisa masuk.

Fast boat ini tak bisa bermanufer jika masuk ke kolam pelabuhan. Karena hanya fast boat kecil yang masuk.


Kondisi ini termasuk faktor penyebab Pelabuhan tak ramai. Hanya momen tertentu saja terlihat ramai.

Material longsoran dari breakwater yang perlahan runtuh bakal mengakibatkan penyempitan dan pendangkalan kolam pelabuhan. Kondisi ini tentunya perlahan bakal terjadi dan bakal berdampak pada masuk keluar kapal fast boat.

Kondisi gedung perkantoran pelabuhan di bagian dalam paling memprihatinkan lagi.

Banyak tembok gedung retak dimana-mana. Banyak cat tembok yang sudah terkelupas sehingga sepintas tampak seperti gedung yang sudah lama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *