SERANUSA.COM,DENPASAR-Beredar video di platform media sosial tentang pernyataan seorang yang diduga pengurus Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) Bali yang justeru mendukung kebijakan Cagub Bali Wayan Koster tentang pelestarian nama Nyoman dan Ketut yang terancam punah di Bali. Video dukungan ini dinilai sangat kontroversial sebab PKN Bali bukan merupakan partai pendukung paket Koster-Giri.
Dalam video yang beredar tersebut, terlihat seorang kader dan pengurus PKN Bali diduga bernama I Putu Indra Mandhala Putra secara detail menjelaskan bahwa bila PKN menang di Bali maka partainya akan memperjuangkan subsidi bagi pelestarian nama Nyoman dan Ketut.
Menurut dia (I Putu Indra Mandhala Putra), Nyoman dan Ketut itu bukan hanya soal nama tetapi berhubungan erat dengan budaya Bali.
“Bila PKN menang di Bali maka kami akan beasiswa bagi naak yang bernama Komang dan Ketut untuk sekolah dari SD hingga kuliah.
Dan juga kami akan perjuangkan sejak sebelum Komang dan Ketut lahir, jadi ada subsidi bagi ibu hamil yang mengandung anak ketiga dan keempat. Kami melihat bahwa ini bukan hanya sekedar wacana tentang nama. Kita sering mendengar save Komang dan save Ketut.
Ini adalah soal adat dan budaya Bali yang juga akan terancam punah,” ujarnya. Komang dan Ketut itu akan menjadi bonus demografi di Bali. Komang dan Ketut yang menerima subsidi dan beasiswa akan diwajibkan dalam pelestarian budaya Bali, wajib belajar lontar, wajib belajar tari, wajib belajar tabuh, belajar aksara Bali dan seterusnya.
Video ini memunculkan banyak komentar baik positif maupun negatif. Positifnya adalah PKN akan selalu mendukung gagasan besar yang dilontarkan Wayan Koster untuk melestarikan budaya Bali agar nama Nyoman dan Ketut tidak hilang dari Bali.
Namun negatifnya justeru lebih banyak dimana PKN yang dikomandoi Gede Pasek Suardika (GPS) justeru lebih menjadi lawan paket Koster-Giri di Pilgub Bali.
Publik Bali dibuat bingung karena partainya menjadi lawan Koster-Giri namun gagasan dan ide paket lawan dipakai untuk kampanye politik. Video ini kembali beredar dalam Pilgub Bali. Di saat yang sama, PKN ternyata menjadi partai lawan Koster-Giri.




