Bersiap, Gubernur Koster akan Sidak Penggunaan Aksara Bali di Ruang Publik

Gubernur  Koster meluncurkan Domain Tingkat Dua (DTD) ber-Aksara Bali (Bali.id), di Art Center Taman Budaya Bali, Kamis 11 Desember 2025. Koster akan sidak penggunaan aksara Bali di ruang publik mulai 2026.
Gubernur  Koster meluncurkan Domain Tingkat Dua (DTD) ber-Aksara Bali (Bali.id), di Art Center Taman Budaya Bali, Kamis 11 Desember 2025. Koster akan sidak penggunaan aksara Bali di ruang publik mulai 2026.

DENPASAR,SERANUSA.COM-Gubernur Bali Wayan Koster akan inspeksi mendadak (sidak) penggunaan aksara Bali di ruang publik. Sidak ini berlandaskan Pergub nomor 80 tentang Pelindungan Dan Penggunaan Bahasa, Aksara, Dan Sastra Bali Serta Penyelenggaraan Bulan Bahasa Bali.

‘”Kalau saya berkunjung ke hotel atau ke tempat acara, hal pertama saya lakukan yaitu lihat pakai aksara Bali atau tidak tempat itu, jika tidak langsung saya tegur. izinnya tak diperpanjang,” tegas Gubernur  Koster meluncurkan Domain Tingkat Dua (DTD) ber-Aksara Bali (Bali.id), di Art Center Taman Budaya Bali, Kamis 11 Desember 2025.

Aturan akan ditegakkan mulai 2026. Bagi hotel, toko, restoran yang belum menerapkan aksara Bali harus mulai berubah mulai sekarang.  

BACA JUGA

TPA Suwung Tutup 23 Desember 2025, Gubernur Koster Minta Optimalkan Tebe Modern, TPS3R, TPST, dan Olah Sampah Berbasis Sumber

“Tahun 2026 saya akan lebih keras lagi. Akan lakukan operasi (sidak),” tegasnya.  

Meskipun tegas menindak, Koster menyebut saat ini makin banyak yang telah menggunakan aksara Bali ruang publik seperti hotel, restoran, toko dan tempat umum lainnya. 

Gubernur Bali dua periode ini mengajak masyarakat Bali agar terus menjaga, melestarikan dan menjalankan aksara Bali dalam berbagai aspek kehidupan.

“Kalau kita gunakan aksara, itu kita memuliakan karya leluhur. Dulu leluhur tak kuliah bisa bikin aksara Bali. Tugas kita sebagai generasi penerus harus bertanggung jawab, harus cinta dan pergunakan aksara Bali. itulah mengapa saya buat bulan bahasa Bali sebulan penuh termasuk lomba menulis aksara Bali,” jelas Koster

Dia menjelaskan, aksara Bali tidak hanya memberi ekspresi menarik dan indah, tapi juga menghadirkan sebuah taksu. Aksara menandakan peradaban kehidupan yang membuat masyarakatnya maju. Tidak semua negara memiliki aksara unik seperti di Bali. 

“Itulah sebab saya buat Pergubnya,” ujarnya. 

Sebagai warga Bali lanjut Koster, harusnya semua masyarakat bersyukur diberikan warisan leluhur aksara bali. Negara yang memiliki aksara, pasti memiliki peradaban kuat dan akan menjadi negara maju. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *