SINGARAJA, SERANUSA.COM – Pemerintah Kabupaten Buleleng bersama Yayasan Swatantra Pangan Nusantara (YSPN) dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) memperkuat sinergi dalam mendukung ketahanan pangan nasional melalui Program Desa Pangan Berbasis Suplai dan Swasembada Pangan Berbasis Sekolah. Kegiatan tersebut dipusatkan di SD Negeri 3 Banjar Jawa, Singaraja, Jumat (7/8).
Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra didampingi Wakil Bupati Gede Supriatna dan Sekda Gede Suyasa menyambut langsung rombongan Kemendagri dan YSPN. Pada kesempatan itu juga diserahkan penghargaan kepada sekolah yang dinilai berhasil menjalankan program ketahanan pangan berbasis sekolah.
Bupati Sutjidra menyampaikan apresiasi atas dukungan YSPN dan Kemendagri dalam mendorong edukasi pangan di Buleleng. Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi langkah strategis untuk membangun kesadaran generasi muda terhadap pentingnya sektor pertanian sekaligus mengembangkan potensi komoditas unggulan daerah.
“Meski kemampuan fiskal daerah terbatas, dukungan pemerintah pusat dan YSPN sangat membantu memperkuat ketahanan pangan serta mengembangkan potensi ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Ketua Pembina YSPN, Dr. H. Sudrajat, mengatakan regenerasi petani menjadi tantangan besar karena mayoritas petani saat ini telah berusia di atas 50 tahun. Karena itu, sekolah dipandang sebagai tempat yang tepat untuk menanamkan kecintaan terhadap pertanian sejak dini melalui praktik bercocok tanam dan pemanfaatan teknologi modern.
YSPN juga mengapresiasi hasil demplot pertanian di Buleleng yang mampu menghasilkan panen hingga 10,7 ton per hektare sebagai bukti penerapan teknologi pertanian yang efektif.
Sementara itu, Dewan Pembina YSPN Prof. Akmal Malik menekankan pentingnya pembangunan sumber daya manusia sebagai fondasi ketahanan pangan nasional. Menurutnya, pendidikan menjadi media paling efektif untuk menumbuhkan kesadaran menjaga keberlanjutan pangan dan lingkungan.
Dalam kegiatan tersebut, penghargaan diberikan kepada SD Negeri 3 Banjar Jawa, SMP Negeri 1 Singaraja, dan SMK Negeri 3 Singaraja. Melalui program ini, Kabupaten Buleleng diharapkan menjadi daerah percontohan nasional dalam pengembangan swasembada pangan berbasis sekolah.




