Buleleng Tuan Rumah Kejuaraan Dunia Vovinam ke-8 Tahun 2025

Persiapan terus dimatangkan melalui rapat panitia di ruang rapat KONI Buleleng, Selasa (30/9). Ketua Umum PB Vovinam Indonesia, I Nyoman Yamadhiputra, menegaskan bahwa event ini bukan sekadar kompetisi, melainkan momentum memperkenalkan Buleleng di kancah dunia.
Persiapan terus dimatangkan melalui rapat panitia di ruang rapat KONI Buleleng, Selasa (30/9). Ketua Umum PB Vovinam Indonesia, I Nyoman Yamadhiputra, menegaskan bahwa event ini bukan sekadar kompetisi, melainkan momentum memperkenalkan Buleleng di kancah dunia.

SINGARAJA, SERANUSA.COM – Kabupaten Buleleng resmi bersiap menjadi tuan rumah Kejuaraan Dunia Vovinam ke-8 tahun 2025. Ajang bergengsi olahraga bela diri internasional ini akan berlangsung pada 1–8 November 2025 di Singaraja, dengan melibatkan sekitar 500–600 atlet dari 20 negara.

Pertandingan akan dipusatkan di GOR Tenis Lapangan Undiksha Jinengdalem.


Persiapan terus dimatangkan melalui rapat panitia di ruang rapat KONI Buleleng, Selasa (30/9). Ketua Umum PB Vovinam Indonesia, I Nyoman Yamadhiputra, menegaskan bahwa event ini bukan sekadar kompetisi, melainkan momentum memperkenalkan Buleleng di kancah dunia.

BACA JUGA

Usai Dipanggil Gubernur Koster, GWK Siap Bongkar Pagar, Komit Jaga Harmonisasi dengan Warga


“Biasanya kejuaraan dunia digelar di kota besar seperti New Delhi, Hanoi, Paris, atau Ho Chi Minh. Kali ini giliran Singaraja. Kami ingin olahraga ini memberi kontribusi terhadap daerah sekaligus mendukung program sport tourism. Melalui olahraga, Buleleng bisa lebih dikenal dunia,” ungkap Yamadhiputra.


Indonesia sendiri akan menurunkan 38 atlet, termasuk dua atlet asal Buleleng, Agung dan Jensen, yang diharapkan mampu mengharumkan nama daerah.

Selama ini, Vovinam Indonesia konsisten mencetak prestasi, antara lain 3 emas di SEA Games 2023 dan 5 emas di SEA Games 2018.
Wakil Bupati Buleleng sekaligus Ketua Umum Panitia Kejuaraan, Gede Supriatna, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan menjadikan Buleleng sebagai tuan rumah.

Ia menilai event ini sebagai kehormatan besar yang tidak hanya mendorong perkembangan olahraga, tetapi juga berdampak positif bagi pariwisata dan ekonomi daerah.


“Dengan peserta mencapai 600 orang dari 20 negara, ditambah official dan keluarga, tentu akan meningkatkan tingkat hunian akomodasi di Buleleng. Mereka tidak hanya bertanding, tetapi juga berlibur dan mengenal potensi daerah kita,” tegas Supriatna.


Sementara itu, Ketua Umum KONI Buleleng I Ketut Wiratmaja memastikan kesiapan sarana dan prasarana terus dimatangkan bersama Fakultas Olahraga dan Kesehatan (FOK) Undiksha.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *