DENPASAR,SERANUSA.COM-Gelaran Denpasar Festival (Denfest) memasuki tahun ke-18. Penyalaan api suci dalam balutan inaugurasi pembukaan oleh Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa dan Ketua DPRD Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gede menandai dibukanya event bertemakan Mulat Sarira-Hening Jiwa Eling Rasa yang berkonsep street festival di Kawasan Jalan Gajah Mada, Jalan Veteran dan Monumen Puputan Badung, Denpasar, Sabtu (20/12).
Denpasar Festival dilaksanakan selama 4 hari, di mulai dengan gelaran inaugurasi pembukaan. Mengambil tempat yang berbeda dari biasanya, yakni di area monumen Puputan Badung yang baru di revitalisasi, dimulai pukul 18.30 WITA.
Dalam kemasan acara hikmad dan khusuk, diiringi alunan musik dan gerakan tari yang garap oleh Palawara Musik Company.
BACA JUGA
Mengangkat pesan sastra Cokorda Mantuk Ring Rana, dalam relevansinya dengan kebangkitan kesadaran serta penyiapan kota yang layak dan berjati diri, bagi generasi ke generasi. Di awali dengan suguhan lagu ‘Karma’ yang dibawakan oleh Tri Utami.
Berbagai pementasan diwadahi oleh panggung utama di bagian utara timur, serta panggung budaya di bagian selatan. didukung oleh 30 grup musik dan 16 penampilan budaya yang akan tampil dalam panggung musik dan panggung budaya Denpasar Festival ke-18 selama 4 hari.
Denfest dengan konsep ‘Street Festival’, yang menyuguhkan berbagai event yang memberi warna di ruas jalan, seperti Cosplay Walk parade, lukis wajah kartun, Fashion Show melingkar di area Catur muka, dan aneka gimik lainnya. Ruang main dan permainan cahaya malam hari, menjadi nuansa dan keindahan tersendiri.
Selain itu, Denfest juga mewadahi kegiatan edukasi, seperti workshop dan lomba Photografi, pengolahan sampah terpadu, termasuk lomba tenant UMKM Denpasar Festival bukan hanya panggung seni dan budaya, tetapi juga menjadi ruang bagi UMKM dan pelaku ekonomi kreatif untuk menampilkan karya dan produknya.







