DPP PPP Ingin Usung Wayan Koster, Optimis Sapu Bersih Pilkada Serentak di Bali Bersama PDI Perjuangan

PPP dan PDI Perjuangan seperti saudara

Kolase Foto: Gubernur Bali 2018-2023 Wayan Koster dan Waketum DPP PPP Musyafa' Noer . FOTO Seranusa.com
Kolase Foto: Gubernur Bali 2018-2023 Wayan Koster dan Waketum DPP PPP Musyafa' Noer . FOTO Seranusa.com

SERANUSA.COM,DENPASAR-DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) berharap bisa mengusung bakal calon gubernur (Bacagub) Bali Wayan Koster.

Petahana Gubernur Bali ini kemungkinan akan mengantongi rekomendasi dari PDI Perjuangan jelang pendaftaran di KPUD Bali, 27-29 Agustus 2024.

Hubungan baik PPP dan PDIP, membuat DPP partai berlambang kahbah ini menginstruksikan semua pengurus dan kader partai dari pusat, provinsi, daerah berjuang memenangkan semua cakada kabupaten kota dan pilgub di Bali.

DPP PPP juga tidak segan-segan memberikan sanksi kepada pengurus dan  kader-kadernya jika tidak kerja baik untuk sukses pilkada serentak di Bali sekalipun yang diusung bukan kader dari PPP.

Hal ini ditegaskan Wakil Ketua Umum PPP Bidang Dakwah, Pendidikan dan Pesantren,  Musyafa’ Noer kepada awak media pada Musyawarah Kerja Wilayah (Mukerwil) DPW PPP Bali di Denpasar, Bali Kamis (15/8/2024).

Ia menegaskan tidak akan sekedar mengusung, tapi harus bertekad untuk memenangkan paket tersebut. PPP berkomitmen dari struktural DPW hingga ranting harus bersama-sama memenangkan pilkada di Bali bersama PDI Perjuangan.

Untuk Pilkada Jembrana, ia tak masalah jika akan berhadapan petahana I Nengah Tamba. Ia optimistis Kembang-Ipat menang.

“Tak ada masalah, PPP optimis menang,” katanya.

Sementara itu, untuk mendukung paket Gubernur Bali, ia menjelaskan PPP tak punya kursi di DPRD Bali. Sehingga kemungkinan berkoalisi dengan PDI Perjuangan.

Ditanya PPP memiliki hubungan baik bersama PDIP, akankah mendukung petahana Wayan Koster di Pilgub Bali jika rekomendasi diberikan kepada figur asal Buleleng ini, ia menjawab PPP mengharapkan hal itu terjadi.

“Harapan kita seperti itu,” katanya.

Ia menjelaskan, kerjasama PDIP dan PPP sudah berjalan lama. Kedua partai saling memahami, dan PPP tidak segan-segan memberikan sanksi kepada kader-kadernya jika tidak kerja baik untuk sukses pilkada sekalipun yang diusung bukan kader PPP.

“Peluang koalisi dengan PDIP sangat mungkin terjadi pada Pilgub Bali nanti,” katanya.

Musyafa’ Noer juga menegaskan alasan mendukung Kembang-Ipat pada Pilkada Jembrana.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *