Dua Marina Internasional Tambah Kepadatan Bali Selatan, Harusnya Satu di Bali Utara

Bali Maritime Tourism Hub (BMTH) di Benoa Denpasar Selatan yang berjarak dekat Marina Internasional di Kek Kura Kura Bali. Foto ist
Bali Maritime Tourism Hub (BMTH) di Benoa Denpasar Selatan yang berjarak dekat Marina Internasional di Kek Kura Kura Bali. Foto ist

DENPASAR, SERANUSA.COM-Pulau Bali akan dikemas menjadi destinasi wisata bahari atau maritim dunia. Bali akan menjadi pintu masuk pariwisata Bahari internasional ke Indonesia.

Hal itu terlihat dari pembangunan dua marina internasional di Kota Denpasar.

Publik Bali mulai bertanya, mengapa dua Marina Internasional terletak di satu lokasi Benoa Denpasar Selatan Kota Denpasar Bali?

Publik menyoroti dua Marina International itu hanya berjarak tak sampai satu mil laut (1,6 km) antara satu dan lainnya jika ditarik jarak dari perairan Teluk Benoa.

Satu Marina Internasional yang baru saja ditinjau Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Benoa, bernama Bali Maritime Tourism Hub (BMTH).

BACA JUGA

Bali Maritime Tourism Hub Benoa Tampung 188 Yacht dan 5 Kapal Pesiar Besar, AHY: Kukuhkan Bali Wisata Bahari Kelas Dunia

Marina ini akan segera beroperasi. Kini sementara menunggu pengrusan deregulasi dan relokasi kapal-kapal penangkap ikan di sekitarnya.

Sementara itu, satu Marina Internasional berada di kawasan ekonomi Khusus (KEK) Kura Kura Bali yang dikelola BTID (Bali Turtle Island Development).

Marina ini berada di Serangan yang hanya berjarak tak sampai satu mil di perairan teluk Benoa dari Marina BMTH.

Adanya dua Marina Internasional ini memicu kritik dari publik Bali termasuk para pengamat ataupun pemerhati dan pelaku pariwisata di provinsi Bali ikut angkat suara.

“Jadi mestinya kalau mau membangun wisata laut semestinya satu (Marina Internasional) dibangun di Bali Utara. Karena jarak pantai Buleleng itu 160 km ya tidak kalah indah lah dari pantai di Bali Selatan,” tegas Ekonom sekaligus Pengamat Ekonomi Pariwisata Jro Gde Sudibia kepada awak media, Kamis 23 Juli 2026.

Dengan di bangunnya dua marina internasional di Bali Selatan, Sudibia menyampaikan keputusan itu sangat berdampak pada daya dukung di Bali selatan. Karena di sini sudah melebihi kapasitasnya.

“Ya carrying capacity (daya dukung) di Bali selatan sudah sangat berlebihan,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *