Festival Penjor di Serangan, Semua STT Apresiasi Kura Kura Bali Dukung Kreativitas dan Lestarikan Tradisi Budaya Bali

Festival Penjor di Serangan, Semua STT Apresiasi Kura Kura Bali Dukung Kreativitas dan Lestarikan Tradisi Budaya Bali. Tahapan penilain akhir festival ini dilakukan Kamis 27 November 2025. FOTO seranusa.com
Festival Penjor di Serangan, Semua STT Apresiasi Kura Kura Bali Dukung Kreativitas dan Lestarikan Tradisi Budaya Bali. Tahapan penilain akhir festival ini dilakukan Kamis 27 November 2025. FOTO seranusa.com

DENPASAR,SERANUSA.COM-Festival Penjor Desa Serangan 2025 yang digelar di kawasan Pura Sakenan, mencapai tahap penilaian Kamis (27/11/2025). Kegiatan ini melibatkan seluruh Sekaa Teruna Teruni (STT) se-Pulau Serangan Denpasar Selatan.

Semua STT memberi apresiasi tinggi kepada Bali Turtle Island Development (BTID) Kura Kura Bali. Seluruh peserta, kelian adat hingga para juri menilai kolaborasi BTID dan Desa Serangan telah meningkatkan kreativitas generasi muda Serangan dan menjaga tradisi Bali. 


Festival ini juga merekatkan gotong royong generasi muda di Pulau Serangan. Pemerintah dan desa adat setempat terjun langsung mendukung para pemuda menampilkan penjor dengan filosofi Bali yang kuat.

 
Kelian Adat Banjar Tengah Serangan, I Wayan Sudibya Widiana, menyampaikan apresiasi kepada pihak Bali Turtle Island Development (BTID) Kura Kura Bali yang terus memberi ruang bagi kreativitas generasi muda, sekaligus menjaga keharmonisan budaya, tradisi, seni dan kearifan lokal pada hari raya galungan dan kuningan. 

BACA JUGA

WARGA SERANGAN BERCERITA: PELUANG KERJA DI KEK KURA KURA BALI MULAI TERBUKA

“Seperti pepatah, di mana bumi dipijak di situ langit dijunjung. Ada keterkaitan dan keseimbangan antara kawasan (BTID) dan warga desa di wilayah ini. Hubungannya sangat bagus. Apalagi BTID mendukung kreativitas anak muda agar mereka berpikir dan berbuat yang hal hal positif, itu yang paling benar,” ujar Wayan Widiana.


Penyelenggaraan festival Penjor tak lepas dari inovasi BTID. Ide awal dicetus BTID. Untuk itu, Widiana berharap kolaborasi ini terus berjalan kedepan. 

BTID juga mendukung tradisi budaya di sini. Ke depan semoga hubungan harmonis ini tetap terjalin, sejalan dengan nilai leluhur kami, yaitu Tri Hita Karana yakni hubungan manusia dengan Tuhan, alam, dan sesama,” jelasnya.

Generasi Muda Serangan Berkarya

Apresiasi serupa datang dari perwakilan Banjar Kaja Serangan, Bli Robi. Ia menegaskan, Festival Penjor menjadi momentum positif bagi STT di seluruh Serangan. Sejak awal semua generasi muda di sini berterima kasih atas dukungan penuh BTID.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *