TABANAN,SERANUSA.COM-Manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD)Tabanan disorot pasca beredar voice note seorang dokter di grup WA.
Tampak tenaga medis di rumah sakit tersebut kecewa dengan layanan ketersediaan obat di rumah sakit. Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Tabanan, I Putu Eka Putra Nurcahyadi, merespons keluhan ini secara bijak.
Ia menyampaikan pernyataan sikap resmi fraksinya terkait informasi yang beredar di ruang publik mengenai pelayanan kesehatan dan ketersediaan obat di RSUD Tabanan.
Dalam keterangannya, ia menegaskan bahwa setiap persoalan yang berkaitan dengan pelayanan kesehatan harus ditangani secara serius, terbuka, dan penuh tanggung jawab oleh seluruh pihak yang terlibat.
Menurutnya, pelayanan kesehatan bukan sekadar layanan publik biasa, melainkan hak dasar masyarakat yang harus dijamin kualitas dan keberlanjutannya.
Sebagai lembaga legislatif yang memiliki fungsi pengawasan, Putu Eka mengatakan Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Tabanan lewat komisi terkait juga memastikan akan meminta penjelasan resmi dari pihak rumah sakit serta instansi terkait.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan bahwa setiap persoalan dapat diidentifikasi secara terbuka dan segera ditindaklanjuti dengan langkah perbaikan yang terukur.
BACA JUGA
Putu Eka menambahkan bahwa persoalan pelayanan kesehatan harus dilihat sebagai momentum untuk memperkuat sistem pelayanan kesehatan daerah, bukan sekadar menjadi polemik yang berlarut-larut di ruang publik.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan bijak dalam menyikapi berbagai informasi yang beredar di media sosial. Menurutnya, penyelesaian persoalan kesehatan membutuhkan pendekatan yang rasional, transparan, serta didukung oleh komunikasi yang baik antar lembaga.
Pada prinsipnya, Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Tabanan berkomitmen untuk memastikan bahwa hak masyarakat dalam mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik, manusiawi, dan berkualitas tetap menjadi prioritas utama.







