SINGARAJA, SERANUSA.COM– Pemerintah Kabupaten Buleleng menggelar Upacara Peringatan Hari Jadi ke-68 Provinsi Bali di Lobby Atiti Wisma Kantor Bupati Buleleng, Jumat (14/8/2026). Upacara dipimpin Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra dan dihadiri Wakil Bupati Gede Supriatna, jajaran Forkopimda, pimpinan OPD, BUMD, serta perwakilan siswa SMA.Dalam amanat tertulis Gubernur Bali I Wayan Koster yang dibacakan Bupati Sutjidra, Hari Jadi ke-68 menjadi momentum untuk merefleksikan perjalanan Bali sekaligus memperkuat komitmen mewujudkan Bali Era Baru.Peringatan tahun ini mengusung tema “Suci Lascarya, Nusa Wijaya”, yang bermakna ketulusan dan keikhlasan demi kejayaan Bali. Tema tersebut mengandung pesan agar setiap karya, pelayanan, dan pengabdian dilandasi integritas, gotong royong, serta kepentingan masyarakat.“Tema ini mengandung pesan luhur bahwa setiap karya, pengabdian, dan pelayanan hendaknya dilandasi ketulusan hati, menjunjung integritas, serta semangat gotong royong demi nindihin Bali,” ujar Sutjidra saat membacakan amanat Gubernur.Sutjidra menyebut perjalanan Bali sejak 1958 kini memasuki fase penting dengan hadirnya UU Nomor 15 Tahun 2023 tentang Provinsi Bali serta Perda Nomor 4 Tahun 2023 tentang Haluan Pembangunan Bali Masa Depan 100 Tahun (2025–2125).Pembangunan Bali 2025–2030 menjadi tahap awal yang strategis untuk meletakkan fondasi pembangunan jangka panjang. Enam bidang prioritas meliputi adat dan budaya, kesehatan dan pendidikan, transformasi ekonomi, infrastruktur terintegrasi, lingkungan dan energi, serta Bali Pulau Digital dan keamanan.Seluruh agenda tersebut diarahkan melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana dengan konsep “Satu Pulau, Satu Pola, dan Satu Tata Kelola.”Menutup amanat, Bupati Sutjidra mengajak seluruh masyarakat, khususnya generasi muda Buleleng, untuk menjaga persatuan dan semangat gotong royong dalam mengawal pembangunan demi terwujudnya Bali yang unggul, berdaya saing, dan berkelanjutan.
Hari Jadi ke-68 Provinsi Bali, Teguhkan Ketulusan Wujudkan Bali Era Baru




