DENPASAR,SERANUSA.COM-Tepat hari Laut Sedunia pada Jumat 20 Juni 2025, PT Bali Turtle Island Development (BTID) sebagai
pengelola KEK Kura Kura Bali berbagi tali kasih bersama para nelayan Pulau Serangan.
Kura Kura Bali dan nelayan Serangan saling jaga dan saling jaring dalam situasi apapun.
Dalam keseharian, komunikasi antara warga, kelompok nelayan, dan Desa Adat,
terus terjaga. Tidak kalah rutin, mereka juga berdiskusi dengan pihak yang ada di pulau Serangan, termasuk BTID Kura Kura Bali. Warga dan BTID selalu baik berkoordinasi ter’kait ruang dan akses di dalam kawasan.
Sejak beberapa bulan lalu, petani rumput laut di Serangan menghadapi penurunan hasil panen akibat serangan hama yang memengaruhi pertumbuhan rumput laut.
BACA JUGA
Penyu Pulang ke Pulau Serangan, Warga dan Kura Kura Bali Sambut, Komit Jaga dan Lestarikan
Meski demikian, aktivitas budidaya tetap berjalan para petani menyesuaikan
metode perawatan tambak dan waktu panen sebagai bentuk adaptasi terhadap kondisi alam.
Di tengah upaya tersebut, dukungan dari berbagai pihak yang selama ini terlibat di
kawasan turut hadir, memperkuat semangat dan menjaga keberlangsungan aktivitas pesisir secara kolektif.
“Sudah sekitar 3 bulan hasil panen rumput laut menurun, tidak menentu kapan akan membaik. Untungnya saya punya usaha sampingan,” ujar Ni Wayan Candri salah satu petani rumput laut sambil membereskan isi paket.
Pada Jumat (20/6), bertepatan dengan peringatan Hari Laut Sedunia, suasana hangat kembali terasa di area Plastic Workshop Kura Kura Bali.
Dalam kegiatan yang digelar sederhana, para nelayan berkumpul, berbagi cerita, dan menerima sekitar 400 paket sembako dari BTID, yang disalurkan secara bertahap.
Perwakilan Prajuru Desa Adat Serangan, I Wayan Patut menyambut baik inisiatif ini
dan menegaskan pentingnya peran komunitas nelayan dalam tatanan sosial di Serangan.
“Hari ini BTID membagikan sembako kepada para nelayan sebagai bentuk menjalin tali kasih.








