Hujan Angin di Bali Makan Sembilan Korban, 3 Tewas dan  Banyak Pohon Tumbang di Denpasar

Petugas membersihkan dahan pohon tumbang di Kota Denpasar Bali. Foto ist
Petugas membersihkan dahan pohon tumbang di Kota Denpasar Bali. Foto ist

DENPASAR,SERANUSA.COM-Cuaca ekstrem di Bali sejak Minggu 9 Februari 2025 memakan korban jiwa. Tiga orang tewas tertimpa pohon tumbang dan enam korban lain di rawat intensif. 

Kejadian tiga orang tewas akibat cuaca buruk terjadi di arena tajen (sabung ayam) Kabupaten Karangasem Bali. Ketiganya meregang nyawa setelah tertindih pohon aren. 

Tiga korban tewas tersebut yakni I Gede Gunartha (51),  ⁠I Nengah Saba (46), dan I Ketut Arnawa (32). 

Enam korban lainnya masih di rawat di RSUD Karangasem, RS Balimed dan lainnya.

Sementara itu, di hari yang sama banyak pohon tumbang di sejumlah wilayah Kota Denpasar. 

Warga diminta tak keluar rumah dan menjauhi pohon-pohon besar di sepanjang jalan. 

Berdasarkan data sementara BPBD Kota Denpasar, diketahui sebanyak 18 pohon di sejumlah titik dilaporkan tumbang maupun dahan patah. 

Selain itu, sebanyak 3 atap rumah dilaporkan mengalami kerusakan. Semuanya dampak angin kencang.

 Dimana, saat ini sedang dilaksanakan penanganan secara sigap oleh petugas BPD, DLHK dan aparat Desa/Kelurahan.

Hal ini lantaran pohon tumbang terjadi hampir bersamaan. 

Kepala Pelaksana BPBD Kota Denpasar, Ida Bagus Joni Ariwibawa saat dikonfirmasi mengakui bahwa akhir-akhir ini cuaca masih ekstrim. Terlebih lagi angin kencang disertai hujan. 

“Sesuai dengan prediksi BMKG, bahwa memang awal tahun cuaca ekstrim, dapat kami sampaikan angin kencang membuat sejumlah pohon tumbang, saat ini sedang ditangani,” ujarnya

Lebih lanjut Gus Joni mengimbau masyarakat untuk hati-hati dan waspada.

Hal ini lantaran dalam situasi cuaca ekstrim, bencana bisa datang kapan saja. 

“Kami imbau kepada masyarakat, agar selalu hati-hati dan waspada, jika tidak begitu penting diimbau agar tidak bepergian,” ajak Gus Joni.

Pihaknya juga mengajak semua pihak dan seluruh masyarakat mematuhi imbauan BMKG. Hal ini mengingat Forecaster on Duty BMKG telah mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrim wilayah Bali. 

“Mari kita patuhi bersama himbauan BMKG, disertai dengan sikap waspada dan hati-hati, dan untuk langkah antisipasi kami telah tugaskan BPBD dan DLHK untuk terus memantau dan merompes pohon perindang agar tidak membahayakan saat cuaca ekstrim, dan Satgas Biru DPUPR terus gencar membersihkan gorong-gorong dan saluran air untuk mengantisipasi banjir,” ujarnya.(*) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *