Ironi Kelangkaan Gas LPG 3 Kg di Denpasar, Warga Tak Bisa Masak dan Belum Makan

Warga Denpasar kesulitan mencari gas LPG 3 kilogram selama tiga hari terakhir. Ia mengaku belum masak dan makan pada Selasa 29 Mei 2024 siang.
Warga Denpasar kesulitan mencari gas LPG 3 kilogram selama tiga hari terakhir. Ia mengaku belum masak dan makan pada Selasa 29 Mei 2024 siang.

SERANUSA.COM, DENPASAR-Inilah ironi yang terjadi di kota Denpasar Bali.

Daerah yang dikenal kaya dengan jasa pariwisata ini justru terjadi kelangkaan gas LPG 3 kilogram (kg). Pihak Pertamina bahkan tak tahu jika terjadi kelangkaan di tataran bawah.

Bahkan Pertamina bingung penyebab kelangkaan terjadi di tataran agen resmi atau pengecer di Denpasar Bali.

Baca juga:

Pertamina Turun Tangan, Cek Agen Resmi dan Pengecer Gas LPG 3 Kg yang jual Diatas HET di Denpasar Bali

Di sisi lain, warga yang mencari gas melon selama berjam jam mengelilingi kota Denpasar justru tak menemukan.

Hingga siang hari, Rabu 29 Mei 2024, seorang ibu di Denpasar belum memasak. Ia mengeluh belum bisa menyiapkan makanan untuk keluarganya.

Kondisi ini sudah dia alami bersama keluarga selama tiga hari belakangan.

Bikin gregetan ternyata diduga ada pengecer yang memainkan harga di di luar harga eceran tertinggi.

Banyak pengecer di Denpasar diduga yang memainkan moment kelangkaan gas LPG 3 kilogram untuk menaikkan harga.

“Saya sudah berkeliling, mulai dari Jl Kecubung, Jl Jaya Giri, Pasar Kreneng, Jl Nusa Indah Denpasar.

BACA JUGA:

Siap Bayar Rp 500 Juta jika Medsos dan Akun Google Kamu ditemukan Konten Ini, Wajib Waspada Semeton

Semua kios dan toko menjelaskan tidak ada gas LPG 3 kilogram. Saya sampai tidak bisa masak, sampai sekarang belum makan,” ujar Ibu Nanda, seorang warga Kota Denpasar dengan marah.

Kondisi yang sama terjadi di Denpasar Barat. Di wilayah Desa Padangsambian Kaja, Kota Denpasar, harga gas LPG 3 kilogram naik menjadi Rp 29 ribu hingga Rp 30 ribu.

Yang paling menarik, banyak warung atau toko mengumpet tabung gas LPG 3 kilogram di tempat yang tersembunyi.

Ketika banyak pembeli bertanya, pedagang beralasan bahwa tabung gas LPG 3 kilogram tersebut sudah dipesan, tinggal diantar.

Warga bisa mengambilnya dengan syarat harus membayar dua kali lipat.

“Kita ada gas LPG 3 kilogram.
Kita mau beli, katanya sudah dipesan. Tidak berselang lama, ada warga lain datang beli tetapi dengan harga yang mahal,” ujar Ibu Tika saat ditemui di seputaran Jl Hayam Wuruk Denpasar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *