SERANUSA.COM,DENPASAR-Komala Dharma Bhakti (KDB) Fest 2024 digelar selama empat hari di Lapangan Bhuana Raya Padangsambian, sejak Rabu 14 Agustus 2024. KDB Fest menampilkan beragam seni dan budaya di Denpasar Barat. Kegiatan ini akan ditutup dengan Jalan Santai HUT RI ke-79, pada 17 Agustus 2024 pagi.
Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa yang hadir membuka secara resmi event yang diprakarsai Karang Taruna Komala Dharma Bhakti Kelurahan Padangsambian. Pebukaan ditandai dengan penancapan Wayang Kayonan di Lapangan Bhuana Raya Padangsambian, Rabu (14/8).
Turut hadir pada pelaksanaan tersebut Camat Denpasar Barat, IB Purwanasara, Lurah Padangsambian, I Ketut Alit Artika, Ketua Forum Perkebel/Lurah Kota Denpasar, I Gede Wijaya Saputra, tokoh masyarakat, serta undangan lainnya.
Kegiatan Komala Dharma Bhakti Fest 2024 ini merupakan gelaran yang menampilkan serta pengembangan potensi seni budaya yang ada di Kelurahan Padangsambian dengan melibatkan semua lapisan masyarakat, mulai dari anak – anak, remaja hingga ibu-ibu anggota PKK banjar setempat.
Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa mengapresiasi pelaksanaan festival ini, karena turut serta melibatkan seluruh komponen masyarakat di dalamnya.
“Besar harapan saya dengan terselenggaranya Komala Dharma Bhakti Fest 2024 ini akan dapat terus menguatkan sinergitas seluruh komponen masyarakat didalam menggerakkan pembangunan. Terutama dalam mendorong pelestarian seni budaya dan juga usaha dalam pemberdayaan UMKM lokal khususnya di wilayah Kelurahan Padangsambian” ujar Arya Wibawa.
Sementara Ketua Panitia Karang Taruna Komala Dharma Bhakti Fest 2024, I Wayan Yogi Wigunantara dalam laporannya menyembutkan pelaksanaan Komala Dharma Bhakti Fest 2024 ini merupakan pegelaran yang pertama kali dilaksanakan oleh Karang Taruna Komala Dharma Bhakti.
Lebih lanjut dikatakannya, pelaksanaan ini dilaksanakan selama empat hari yang dimulai dari hari ini hingga 17 Agustus 2024 mendatang. Adapun pelaksanaan ini diisi dengan berbagai kegiatan kebudayaan seperti lomba Tari Rejang Puspa Puja, Lomba Tari Condong, Lomba Tari Baris Tunggal, dan Lomba Baleganjur Ngarap se-Bali, ujarnya.






