SINGARAJA, SERANUSA.COM – Pemerintah Kabupaten Buleleng bergerak cepat dan terkoordinasi dalam menangani kasus kekerasan terhadap anak yang terjadi di Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Ganesha Sevanam. Penanganan dilakukan secara terpadu dengan melibatkan aparat penegak hukum, tenaga kesehatan, serta pendamping psikososial.
Hal tersebut terungkap dalam kunjungan Tim Direktorat Pelayanan HAM Kementerian HAM RI di Kantor Bupati Buleleng, Jumat (10/4/2026), yang bertujuan melakukan monitoring sekaligus memperkuat upaya penanganan kasus tersebut.
Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, menegaskan bahwa keselamatan dan pemulihan anak menjadi prioritas utama pemerintah daerah.
Sejak awal kejadian, seluruh perangkat daerah telah diinstruksikan untuk segera melakukan penanganan, termasuk mengamankan korban dan menyiapkan rumah aman.
Selain itu, koordinasi lintas sektor terus diperkuat guna memastikan setiap aspek penanganan berjalan optimal.
“Keselamatan anak-anak adalah prioritas utama kami. Negara harus hadir memberikan perlindungan dan memastikan hak-hak mereka terpenuhi dengan baik,” tegasnya.
BACA JUGA
Melalui Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DinsosP3A), sejumlah langkah strategis telah dilakukan. Seluruh aktivitas di LKSA Ganesha Sevanam untuk sementara dibekukan.
Pemerintah juga memberikan pilihan kepada keluarga untuk mengasuh anak di rumah ataupun memindahkan mereka ke LKSA alternatif yang telah disiapkan.
Hingga saat ini, tercatat sebanyak 8 anak berada di rumah aman, 12 anak telah kembali ke keluarga masing-masing, 8 anak direlokasi ke LKSA Saiwa Dharma, serta 2 anak masih berada di LKSA Ganesha Sevanam dengan pendekatan persuasif yang terus dilakukan kepada pihak keluarga.
“Kami tidak mentolerir segala bentuk kekerasan terhadap anak. Penanganan dilakukan secara serius, mulai dari perlindungan korban hingga penegakan hukum terhadap pelaku,” ujar Sutjidra.








