Kontribusi Penting BTID Kura Kura Bali untuk Warga Bali di Desa Serangan

Kontribusi Penting BTID Kura Kura Bali untuk Warga Bali di Desa Serangan.
Kontribusi Penting BTID Kura Kura Bali untuk Warga Bali di Desa Serangan.

DENPASAR,SERANUSA.COM-Mengusung filosofi Bali Tri Hita Karana, PT Bali Turtle Island Development (BTID) KEK Kura Kura  Bali telah berkontribusi untuk masyarakat Balikhususnya warga Desa Serangan.

BTID menjalankan misi mulia yang mendukung setiapkegiatan warga setempat, menjaga keseimbangan alam, dan juga menjaga tradisibudaya, seni, dan kearifan lokal Bali di Pulau Serangan.

Berikut ini poin-poin kontribusi BTID demi meningkatkan ekonomidan sosial Desa Serangan yang selama ini belum diketahui public Bali.

Berdasarkan data dari Departemen Komunikasi BTID, berikut dijelaskan sejumlahkontribusi BTID untuk Bali. BTID telah mengalokasikan lahan seluas lebih dari 12 Ha diSerangan.

Lahan tersebut digunakan untuk penataan Desa Serangan, khususnya dilingkungan Pura Sakenan dan Masjid As-Syuhada sebagai salah satu masjid tertuadi Bali.  BTID juga mendukung Penyusunan “Master Plan PengembanganDesa Wisata Serangan 2022” oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional(Bappenas), Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf),Pemerintah Provinsi Bali, dan Pemerintah Kota Denpasar, dalam rangka mendukung Desa Serangan mendapatkan status “Desa Wisata Mandiri” dari Pemerintah RepublikIndonesia dan status “Historic Urban Landscape” dari UNESCO.  Kehadiran BTID berdampak langsung pada masyarakat setempat.

BACA JUGA

BTID Support Tradisi Buka Puasa Bersama di Kampung Bugis Desa Serangan dan Libatkan UMKM

Masyarakatsetempat yang “dikenal terbelakang akses” akibat dipisahkan laut kini telahsetara dengan warga lain di Denpasar.

BTID telah menyerap tenaga kerja dari Desa Serangan denganpersentase 34,9% dari total tenaga kerja di PT BTID dan anak perusahaannya perJanuari 2025. Di sisi lain, BTID juga secara berkelanjutan mengedukasikanmasyarakat Bali.

Mereka rutin mengadakan program magang tahunan kepada wargaDesa Serangan dengan memberikan pelatihan di bidang budidaya tanaman,pelestarian terumbu karang, dan daur ulang sampah plastik menjadi produkbernilai jual. 

Sebagai daerah pesisir, mata pencaharian warga setempatmerupakan nelayan. Para nelayan diakomodasi BTID. Kurang lebih sekitar 400nelayan pesisir, pembudidaya rumput laut, dan terumbu karang diakomodasi aksesmelaut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *