Kunjungi Balita Berisiko Stunting, Ketua Forum PUSPA Titipkan Kader Posyandu Kawal Tumbuh Kembang Bayi

Kunjungi Balita Berisiko Stunting, Ketua Forum PUSPA Titipkan Kader Posyandu Kawal Tumbuh Kembang Bayi.
Kunjungi Balita Berisiko Stunting, Ketua Forum PUSPA Titipkan Kader Posyandu Kawal Tumbuh Kembang Bayi.

KARANGASEM, SERANUSA.COM– Ketua Forum PUSPA (Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak) Provinsi Bali, Ny. Seniasih Giri Prasta, didampingi Kepala Dinas Sosial dan P3A Provinsi Bali, A.A. Sagung Mas Dwipayani, Ketua Forum PUSPA Kabupaten Karangasem, Ny. Anggreni Pandu Prapanca Lagosa, beserta jajaran, menyerahkan bantuan berupa paket sembako, beras, susu, popok, dan kasur kepada Komang Dwi Arkana Putra (1,6 tahun).

Anak kelima dari I Ketut Sudarta dan Ni Nengah Leonawati ini masuk dalam kategori berisiko stunting, dengan berat badan 8 kg. Ia tinggal di Br. Dinas Yeh Poh, Desa Manggis, Selasa (28/4).

Hidup dengan mata pencaharian sebagai juru ngadas (memelihara sapi milik orang lain) serta membuat sarana upakara, pasangan suami istri ini hidup dalam keterbatasan.

BACA JUGA

HUT ke-20 SMKN 1 Petang, Wagub Giri Prasta Tekankan Peran Generasi Muda di Sektor Pertanian

Pada kesempatan tersebut, Ny. Seniasih Giri Prasta selaku Ketua PUSPA Bali melihat secara langsung kondisi tempat tinggal pasangan Sudarta dan Leonawati yang berdampingan dengan mertua dan ipar.

Pada salah satu bangunan, terdapat kamar berukuran 4 x 4 meter dengan dapur yang cukup sempit.

Melihat kondisi ini, Ny. Seniasih secara lugas menyarankan agar mereka membersihkan dapur yang dipenuhi arang.


“Tolong ya, Ibu dan Bapak, dapurnya dibersihkan. Tidak baik untuk anak-anak yang masih dalam masa pertumbuhan, apalagi Arkana (bayi) diduga memiliki risiko stunting. Jangan sampai kondisi dapur yang kotor menyebabkan anak kehilangan nafsu makan sehingga berujung stunting.”

Hal senada juga disampaikan oleh Kepala Dinas Sosial dan P3A Provinsi Bali, A.A. Sagung Mas Dwipayani, bahwa dapur yang kotor serta kamar yang sempit dengan kondisi pengap dapat mengganggu masa pertumbuhan anak.

Untuk itu, keluarga ini juga direncanakan akan menerima bantuan bedah rumah yang dianggarkan pada tahun 2027 mendatang.

Selanjutnya, pada kesempatan yang sama, bantuan paket susu, popok, dan beras juga diserahkan kepada Nengah Derada dan Ni Kadek Sintia Deviyani, orang tua dari Nengah Arya Wiguna (1 tahun).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *