Lestarikan Ekosistem Danau Tamblingan, Kebun Raya Bali Serahkan 130 Bibit Cemara

Lestarikan Ekosistem Danau Tamblingan, Kebun Raya Bali Serahkan 130 Bibit Cemara.
Lestarikan Ekosistem Danau Tamblingan, Kebun Raya Bali Serahkan 130 Bibit Cemara.

SINGARAJA, SERANUSA.COM – Upaya pelestarian ekosistem Danau Tamblingan di Desa Munduk, Kecamatan Banjar, Buleleng, kembali mendapat dukungan nyata. Kebun Raya Bali bersama komunitas BRASTI (Baga Raksa Alas Merjati) dan sejumlah pihak melaksanakan kegiatan penanaman 130 bibit cemara di kawasan pesisir danau.


Aksi penanaman ini dirangkaikan dengan pelepasan bibit ikan kuyuh sebagai bagian dari program pengelolaan lingkungan di wilayah Masyarakat Adat Dalem Tamblingan.

BACA JUGA

Lima Tempat Gathering Terdekat Denpasar, Bukan Bedugul, Jatiluwih dan Karangasem

Kegiatan turut dihadiri Asisten Manager Hortikultura Sub Holding Kebun Raya Indonesia, Hadiyyah N Cahyono. Hadir pula perwakilan PT Kilang Pertamina Internasional, komunitas Rotary, dan pemuka Desa Adat Tamblingan.


Dalam kesempatan tersebut, Kebun Raya Bali menyerahkan 100 bibit Cemara Pandak (Auracaria heterophylla) dan 30 bibit Cemara Geseng (Casuarina junghuhniana) kepada komunitas BRASTI sebagai penggagas kegiatan. Seluruh bibit kemudian ditanam di area yang dinilai membutuhkan penguatan vegetasi.


Branch Manager Kebun Raya Bali, I Dewa Putu Pasnadi Putra, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen lembaganya dalam memperkuat fungsi konservasi.

Lestarikan Ekosistem Danau Tamblingan, Kebun Raya Bali Serahkan 130 Bibit Cemara


“Kami ingin menonjolkan satu pilar utama Kebun Raya, yaitu konservasi. Pilar inilah yang menjadi pondasi mengapa Kebun Raya Bali mendukung program penanaman pohon hari ini,” ujarnya, Selasa (9/12/2025).


Menurutnya, konservasi bukan hanya menjaga flora yang masih ada, melainkan juga memulihkan komponen ekosistem yang mulai menipis.


Cemara pandak yang kita tanam bukan sekadar tanaman hias, tetapi bagian penting ekosistem dataran tinggi Bali. Fungsinya mencegah erosi, menjaga kualitas udara, dan memperkuat karakter lanskap alami Tamblingan,” jelasnya.


Dewa memastikan seluruh bibit telah melalui proses pengembangbiakan terkontrol sehingga sesuai dengan kondisi lingkungan Danau Tamblingan.


“Mari jadikan momentum ini sebagai pengingat bahwa alam tidak meminta banyak, hanya tindakan kecil namun konsisten dari kita semua,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *