DENPASAR, SERANUSA.COM-Beberapa pekan ini marak bermunculan organisasi masyarakat (ormas) berkedok pengamanan di Bali. Arus penolakan muncul dari berbagai pihak.
Terlebih dari krama Bali. Karena bagi masyarakat Bali, Pulau Dewata tercinta selama ini harmonis berkat kolaborasi semua pihak termasuk pemerintah, aparat Polri, TNI desa adat, serta semua lembaga terkait.
Ormas berkedok pengamanan yang menimbulkan premanisme dikecam semua pihak di Bali. Tindakan premanisme haram bagi daerah yang bertumpu pada jasa wisata ini.
Untuk itu, kepada semua anggota polisi, Kapolda Bali meminta agar menindak tegas aksi premanisme yang melanggar undang-undang baik itu secara kelompok dan perorangan.
BACA JUGA
Polisi dan Pecalang Bersatu Jaga Bali, Amankan Wisata Pulau Dewata
“Apabila rekan-rekan melihat perbuatan premanisme di lapangan, kita sebagai Anggota Polri tidak boleh ragu untuk bertindak menegakkan hukum.
Selain itu, lakukan tindakan tegas terhadap tindak kejahatan lainnya,” ujar Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Bali, Irjen Pol Daniel Adityajaya, ketika memimpin pelaksanaan apel pagi di halaman depan Mapolda Bali yang diikuti oleh Wakapolda Bali, Pejabat Utama (PJU) Polda Bali dan personel Polda Bali, Senin (5/5/2025).
Ia menegaskan, anggota Polri termasuk di Polda Bali dibentuk untuk melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat.
Irjen Pol Daniel Adityajaya juga mengingatkan kepada semua jajaran, bahwa ada beberapa agenda nasional yang akan digelar di Bali.
“Bulan Mei ini adalah bulan yang istimewa. Ada beberapa Agenda Nasional yang akan dilaksanakan di Bali,” katanya.
Selanjutnya Kapolda Bali mengatakan tidak mudah bertugas sebagai anggota Polri. Karena banyak hujatan dan kritik yang ditujukan kepada institusi ini, meski telah bekerja terbaik.
BACA JUGA
“Terkadang kita sering dihujat tetapi kita tetap lakukan yang terbaik. Jadikan kritik dan hujatan sebagai bahan evaluasi untuk bekerja kedepannya, ” ujarnya.








