DENPASAR,SERANUSA.COM-Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (LHK/BPLH) Hanif Faisol Nurofiq mendengar langsung aspirasi masyarakat dan pelaku usaha Pulau Serangan terkait rencana pembangunan terminal LNG (Liquefied Natural Gas) di Pantai Sidakarya Denpasar Selatan.
Menteri Hanif menyampaikan, warga di Pulau Serangan keberatan dengan lokasi pembangunan terminal LNG. Untuk itu, ia meminta agar dampak sosial dari rencana pembangunan terminal LNG harus diperhatikan oleh Gubernur Bali dan Walikota Denpasar. Ia ingin agar proyek ini ramah sosial.
“Sosial ini menjadi penting bagi kita disini. Kita tidak ingin kasus lain yang kemudian kalibrasi proyek ini tidak ramah sosial. Sehingga lingkup sosial ini di bawah arahan pak Gubernur, Pak Walikota, dan DPRD ini harus benar-benar sangat strict (ketat,red) menjaga ini,” kata Menteri Hanif Faisol Nurofiq dihadapan warga di pantai Sidakarya, Selasa 27 Mei 2025.
BACA JUGA
Ia membeberkan, secara umum warga di Pulau Serangan masih keberatan dengan rencana proyek ini. Hal ini terdengar ketika dirinya berada ke Pulau Serangan, selasa pagi.
“Kita tadi di Pulau Serangan, secara umum warga sangat keberatan dengan proyek ini ( terminal LNG,red) ” ujar Menteri Hanif.
Hal yang disampaikan Menteri LH sama seperti aspirasi warga yang didengar langsung dari tokoh masyarakat Serangan. Tokoh Serangan Wayan Patut memohon agar Menteri LH memperhatikan dampak sosial, lingkungan, pariwisata dan dampak budaya dari rencana pembangunan terminal LNG.
Secara khusus ia meminta agar kementerian memperhatikan penyelamatan terumbu karang, dan juga kembang biak penyu. Karena terumbu karang di sini telah dijaga sejak puluhan tahun lalu.
Selain itu, Wayan Patut juga meminta agar kementerian memperhatikan destinasi wisata dan mata pencarian nelayan yang telah menjadi aktivitas turun temurun di Pulau Serangan.
“Kami tidak anti pembangunan Pak, ini kan kawasan wisata pak. Kami sudah mencari kehidupan secara turun-temurun di sini. Mohon diperhatikan dampak lingkungan, sosial, budaya, dan dampak kesehatannya,” kata Wayan Patut di hadapan Menteri.








