Mohon Maaf Secara Niskala, Atlas Bali Gelar Upacara Guru Piduka, Hormati Dewa Siwa

Miliki 700 Karyawan Lokal Bali dan Kontribusi untuk Ekonomi serta Pariwisata Bali

Atlas Bali gelar upacara Guru Piduka di Pura Desa Lan Puseh Desa Adat Berawa Jalan Pantai Berawa, Banjar Berawa, Desa Tibubeneng, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali, Sabtu 8 Februari 2025. foto ist
Atlas Bali gelar upacara Guru Piduka di Pura Desa Lan Puseh Desa Adat Berawa Jalan Pantai Berawa, Banjar Berawa, Desa Tibubeneng, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali, Sabtu 8 Februari 2025. foto ist

BADUNG,SERANUSA.COM-Manajemen PT. Kreasi Bali Prima sebagai perusahaan sektor industri pariwisata dan hiburan yang menaungi Atlas Super Club Bali, menggelar upacara Guru Piduka di Pura Desa Lan Puseh Desa Adat Berawa Jalan Pantai Berawa, Banjar Berawa, Desa Tibubeneng, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali.

Upacara Guru Piduka dilaksanakan dengan sarana sesajen lengkap yang disiapkan oleh para pemangku dan penglingsir pura setempat. 

Upacara ini adalah wujud nyata permohonan maaf secara niskala kepada dewa atau leluhur atas insiden yang telah terjadi agar dapat menjalani hidup dengan lebih baik.

BACA JUGA

Nikmati Santapan Khas India di Ganesha Ek Sanskriti Sembari Sunsetan Indah dari Discovery Mall Kuta Bali

Manajemen Atlas mengaku, persoalan keteledoran tersebut sudah diakui dan melalui pers release pada 5 Februari 2025 lalu, manajemen Atlas juga menjelaskan bahwa mereka sudah memenuhi dan merespon Surat Teguran dari PHDI Bali dan LBH KMHDI untuk melakukan permohonan maaf secara terbuka, serta menyelenggarakan Upacara Guru Piduka

Bahkan sejak 3 Februari 2025, sejumlah mediasi dan audiensi juga dilakukan terhadap berbagai instansi terkait di Bali. Mulai dari pemuka agama, aparat keamanan, anggota perwakilan rakyat, organisasi masyarakat, dsb.

Selain itu, Atlas juga sudah melakukan pertemuan dengan Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Bali, PHDI Bali, DPRD Bali, DPRD Badung, SatPol PP dan pihak kepolisian. 

“Ini semua dilakukan sebagai bukti kerendahan hati kami, wujud permohonan maaf kami atas insiden yang dilakukan dengan tidak sengaja tersebut.

Sementara Kepala Humas Atlas, Tommy Dimas, mengatakan bahwa Upacara Guru Piduka diniatkan agar dapat berjalan bersamaan dengan Hari Raya Saraswati. 

Sebagai wujud toleransi dan penghargaan terhadap kepercayaan masyarakat Hindu Bali. Sejak dibuka tahun 2022, Atlas telah berhasil membawa nama Indonesia hingga ke mancanegara. 

Tak dapat dipungkiri, lebih dari 1300 lapangan kerja sudah terserap oleh Atlas. Bahkan lebih dari 700 karyawan Atlas ternyata merupakan umat Hindu Bali yang telah menjadi bagian penting bagi industri pariwisata di Pulau Dewata.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *