BADUNG,SERANUSA.COM-Pantai Kuta sebagai ikon pariwisata Bali bakal ditinggalkan wisatawan mancanegara dan domestik.
Kuta sebagai wajah wisata Bali di mata dunia tampak kumuh. Kondisi ini akan membuat wisatawan beralih ke destinasi wisata di wilayah lain seperti Banyuwangi Jawa Timur, Lombok NTB dan Labuan Bajo NTT.
Pantai Kuta tampak seperti sebuah kampung yang kotor dan tak terawat. Pantauan media ini, kondisi pedestrian (tempat pejalan kaki) yang hancur, abrasi pasir pantai, dan dinding penahan abrasi yang rusak membuat keindahan Kuta redup.
BACA JUGA
Kasihan Pariwisata Bali Dipenuhi Wisatawan Receh, Banyak ‘Nawarnya’ hingga Diusir Pemilik Warung
Kini melihat kondisi Pantai Kuta seperti melihat pantai yang tak pernah diketahui orang. Kondisi Kuta diperparah dengan pemandangan tak biasa.
Karena pedagang setempat membangun panggung darurat dari bambu dan kayu bekas dari sampah kiriman. Kemudian menumpuk karung berisi pasir diatasnya.
Tempat darurat ini didirikan diatas batu dinding penahan abrasi, dengan tujuan wisatawan bisa duduk diatasnya kemudian menghadap ke pantai Kuta sembari menikmati sunset.
Dengan kondisi seadanya, tampak satu dua turis terpaksa duduk sembari menikmati pantai dan sunset. Berbagai minuman yang dijajakan. Turis membeli satu dua botol. Antusias turis tak semasif sebelumnya saat pantai Kuta masih menawan.

“Kondisi seperti ini sudah kami alami selama beberapa tahun. Agar turis duduk di sini ya kami inisiatif bangun tempat darurat seperti ini,” kata para pedagang.
Pedagang menambahkan, kondisi pantai Kuta memprihatinkan seperti pasar loak. Sejak ditata dengan dana ratusan miliar rupiah justru wajah pantai ini kain hancur.
BACA JUGA
Diantaranya seperti abrasi yang makin menggila dan pedestrian yang hancur. Ia berharap pemerintah Kabupaten Badung dan Provinsi Bali segera memikirkan solusinya. Sebelum akhirnya wisatawan meninggalkan Kuta.
Tanggapan berbeda disampaikan seorang tukang pijat (massage) di Pantai Kuta. Menurut dia, kondisi parah di Pantai Kuta telah terjadi pada tahun 2022.








