Parade Budaya Perdana HUT ke-422 Kota Singaraja, Angkat Sejarah Ki Barak Panji Sakti

Parade Budaya Perdana HUT ke-422 Kota Singaraja, Angkat Sejarah Ki Barak Panji Sakti.
Parade Budaya Perdana HUT ke-422 Kota Singaraja, Angkat Sejarah Ki Barak Panji Sakti.

SINGARAJA, SERANUSA.COM –Untuk pertama kalinya, Pemerintah Kabupaten Buleleng menggelar parade budaya dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-422 Kota Singaraja. Parade ini menyajikan pementasan kolosal yang mengangkat perjalanan sejarah Anglurah Ki Barak Panji Sakti, mulai dari masa kelahiran hingga mencapai puncak kejayaan Kerajaan Buleleng.


Kegiatan tersebut dibuka secara resmi melalui pemukulan cengceng oleh Gubernur Bali Wayan Koster bersama Ketua DPRD Provinsi Bali Dewa Made Mahayadnya, Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra, Wakil Bupati Gede Supriatna, Ketua DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya, Kapolres Buleleng AKBP Ruzi Gusman, Dandim 1609/Buleleng Letkol Inf Achmad Setyawan Syah, serta Kajari Buleleng Edi Irsan Kurniawan, di kawasan Air Mancur Taman Kota Singaraja, Senin (30/3).

BACA JUGA

Merepost Berita Bohong, AWK Minta Maaf ke Wartawan Kompas VSG dan PENA NTT Bali


Parade diawali dengan penampilan Sanggar Seni Manik Uttara yang menampilkan keberagaman etnis di Bali Utara. Pertunjukan pembuka ini berhasil memukau para undangan dan masyarakat yang memadati lokasi acara.


Selanjutnya, Sanggar Seni Sari Kencana dari Desa Musi, Kecamatan Gerokgak, membawakan fragmen tari berjudul Embas Sang Putra yang mengisahkan pertemuan Dalem Sagening dengan Ni Luh Pasek, orang tua Ki Barak Panji Sakti.


Penampilan berlanjut dari Sanggar Seni Rare Mekar dan Werdhi Kumara, Kecamatan Tejakula, yang menggambarkan kehidupan sehari-hari Ki Barak Panji Sakti. Selain fragmen tari, ditampilkan pula parade busana adat medeeng, busana khas Desa Sembiran, Tari Baris, hingga kesenian wayang wong.


Kecamatan Busungbiu kemudian menampilkan kisah saat Ki Barak Panji Sakti diutus ke Denbukit, sekaligus menampilkan tari sakral Rejang Kraman yang hanya dipentaskan lima tahun sekali sebagai wujud syukur atas hasil panen.


Kisah pertemuan Ki Barak Panji Sakti dengan raksasa Panji Landung dibawakan oleh Kecamatan Kubutambahan, yang juga menampilkan busana deeng perempuan serta kesenian Gambuh dari Desa Bila.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *