Pembangunan Jembatan Permanen Banyuasri Dianggarkan Tahun 2026

Pembangunan Jembatan Permanen Banyuasri Dianggarkan Tahun 2026

SINGARAJA, SERANUSA.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng memastikan akan membangun jembatan permanen yang menghubungkan kawasan Sistem Pertanian Terpadu (Integrated Farming) di Kelurahan Banyuasri, Kecamatan Buleleng.

Anggaran pembangunan jembatan tersebut telah dimasukkan dalam RAPBD tahun 2026.


Langkah ini diambil menyusul penarikan jembatan bailey yang sebelumnya digunakan sebagai akses utama menuju kawasan pertanian terpadu. Jembatan bailey tersebut dipinjamkan oleh Kodam IX/Udayana melalui Yonzipur 18/YKR dan kini ditarik kembali untuk membantu penanganan pasca bencana banjir bandang di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT).


“Jembatan bailey ini sangat dibutuhkan di Kabupaten Nagekeo pasca banjir bandang yang melanda dan merusak infrastruktur hingga membuat transportasi terisolasi,” jelas Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra, Kamis (2/10/2025).


Menurut Sutjidra, penarikan jembatan memang berpotensi menimbulkan kendala akses menuju kawasan pertanian terpadu.

Namun, Pemkab Buleleng telah menyiapkan langkah antisipasi dengan merancang pembangunan jembatan permanen.

“Sudah dimasukkan dalam RAPBD 2026, tinggal menunggu persetujuan legislatif,” ujarnya.


Meski tanpa jembatan, pengembangan kawasan Sistem Pertanian Terpadu tetap berjalan.

Sutjidra menegaskan kawasan tersebut diproyeksikan sebagai laboratorium pertanian Pemkab Buleleng.

“Pengembangan akan terus dilakukan dan ditata dengan baik,” tegasnya.


Ia menambahkan, berdasarkan penataan sementara yang dilakukan Dinas Pertanian, lahan di kawasan tersebut sangat subur dan cocok untuk berbagai komoditas unggulan.

Ke depan, kawasan ini akan dijadikan area percontohan sebelum komoditas dikembangkan lebih luas oleh para petani.

“Nanti dipakai untuk beberapa komoditas pertanian Kabupaten Buleleng, diberikan percontohan dulu, baru kemudian disebarluaskan ke petani-petani,” ungkap Bupati asal Desa Bontihing, Kecamatan Kubutambahan itu.


Sebagai informasi, jembatan baja tersebut memiliki bentang sepanjang 33 meter, lebar 6,2 meter, dan tinggi hampir dua meter.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *