Pembatasan Plastik dan Medali dari Bahan Daur Ulang pada Jatiluwih Fun Run 2026 Songsong Satu Abad Pariwisata Bali 2027

Pembatasan Plastik dan Medali dari Bahan Daur Ulang Jatiluwih Fun Run 2026 Songsong Satu Abad Pariwisata Bali 2027.
Pembatasan Plastik dan Medali dari Bahan Daur Ulang Jatiluwih Fun Run 2026 Songsong Satu Abad Pariwisata Bali 2027.

DENPASAR,SERANUSA.COM-Gubernur Bali Wayan Koster memimpin rapat persiapan ” Jatiluwih Fun Run 2026” yang merupakan kolaborasi antara Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) Bali dengan Pemerintah Provinsi Bali di Gedung Kertasabha, Denpasar, Rabu (29/4).

Agenda ini menjadi langkah awal menyongsong peringatan 100 tahun pariwisata Bali pada 2027, sekaligus memperkuat promosi destinasi unggulan Bali melalui perpaduan olahraga, budaya, dan pariwisata berkelanjutan.

Menurutnya, Jatiluwih sebagai kawasan sawah warisan budaya dunia menawarkan pengalaman berbeda bagi peserta, sekaligus sejalan dengan penguatan citra Bali sebagai destinasi hijau.

BI juga mendorong penerapan kebijakan ramah lingkungan seperti pembatasan plastik sekali pakai serta penggunaan medali berbahan daur ulang, termasuk limbah uang kertas, sebagai simbol inovasi waste management Bali.

“Perpaduan budaya, olahraga, dan pertanian di Jatiluwih akan menjadi experience yang unik. Aspek lingkungan harus dikedepankan, termasuk pembatasan plastik dan medali dari bahan daur ulang agar Bali benar-benar menonjolkan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua ASITA Bali I Putu Winastra menjelaskan Jatiluwih Fun Run 2026 merupakan bagian dari rangkaian besar menuju satu abad pariwisata Bali pada 2027.

Mengusung tema The Journey Begins from Jatiluwih, event ini dirancang sebagai titik awal promosi destinasi wisata unggulan (DTW) di seluruh kabupaten/kota Bali melalui konsep sport tourism.

Jatiluwih dipilih karena reputasinya sebagai destinasi kelas dunia dan situs warisan budaya UNESCO yang dinilai aman, nyaman, serta memiliki lanskap persawahan ikonik. Event ini akan menghadirkan dua kategori lomba, yakni 5K dan 10K, dengan konsep fun run and race yang terbuka bagi pelari profesional maupun masyarakat umum.

“Running kini menjadi gaya hidup global. Melalui Bali Tourism Run, kami ingin memperkenalkan destinasi unggulan di setiap kabupaten, dimulai dari Jatiluwih. Ini bukan hanya event olahraga, tetapi juga promosi pariwisata berkelas internasional yang berkelanjutan,” kata Winastra.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *