DENPASAR, SERANUSA.COM– Pemerintah Kota Denpasar menegaskan komitmennya mempercepat pengaktifan Kampung Kuliner Serangan.
Saat ini, pengelolaan kawasan kuliner tersebut masih dalam proses koordinasi dengan Desa Adat Serangan dan Kelompok Kerja (Pokja) yang baru terbentuk.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Denpasar, Ni Luh Putu Riyastiti, mengatakan pihaknya tengah menunggu proposal kebutuhan dari Pokja Kampung Kuliner Serangan untuk menindaklanjuti berbagai fasilitas pendukung yang diperlukan.
“Kami masih berproses dengan Desa Adat dan menunggu proposal dari Pokja.
Untuk air, kami sudah koordinasikan dengan PDAM, dan fasilitas lain akan kami usahakan lewat CSR,” ujarnya di Denpasar saat dikonfirmasi awak media belum lama ini (15 Oktober 2025).
BACA JUGA
Riyastiti menegaskan Pemkot tidak ingin Kampung Kuliner Serangan hanya berfungsi sebagai sentra penjualan ikan bakar.
Kawasan tersebut diharapkan menjadi pusat kuliner yang beragam dan mampu menjadi daya tarik baru bagi wisatawan.
“Kami tidak ingin ini hanya menjual ikan bakar saja.
Kami ingin menjadi pusat kuliner yang variatif, ada makanan khas Serangan hingga kuliner kekinian,” katanya.
Tunggu Tender PDAM, CSR Jadi Opsi Pendukung
Menurutnya, pasokan air PDAM menjadi prioritas utama. Namun, proses tersebut masih menunggu penyelesaian tender PDAM tahun ini.
“PDAM masih proses tender, kami sudah masukkan sebagai program prioritas,” terang Riyastiti.
Selain PDAM, Pemkot juga membuka kerjasama sponsorship dan CSR. Beberapa pihak disebut telah menyatakan dukungan.
Namun proses masih menunggu kelengkapan badan hukum dari pengelola atau Pokja yang baru dibentuk Desa Adat Serangan.
Ia berharap proposal dari Pokja yang dibentuk Desa Adat Serangan dapat segera masuk agar proses akselerasi dapat berjalan.
“Kami minta proposalnya bisa segera disiapkan. Kami ingin segera mengaktifkan Kampung Kuliner Serangan,” tegasnya.








