JAKARTA,SERANUSA.COM-Gubernur Bali Wayan Koster bersama Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa secara khusus menemui Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Selasa (4/8). Pertemuan yang berlangsung di Kantor Gubernur DKI Jakarta itu membahas sejumlah hal, salah satunya creative financing melalui penerbitan obligasi daerah.
Dalam jumpa pers dengan awak media, Gubernur Koster menyampaikan bahwa audiensi dengan Pramono Anung adalah tindak lanjut dari arahan Menteri Dalam Negeri.
“Bersyukur dapat beraudiensi dengan Bapak Gubernur DKI. Kami mendapat arahan dari Mendagri untuk melakukan studi ke Jakarta terkait dengan creative financing, salah satunya melalui penerbitan obligasi daerah,” ucapnya.
Selain menjajaki kemungkinan penerbitan obligasi daerah, pertemuan juga membahas inovasi lain sebagai sumber pembiayaan infrastruktur di luar APBD.
Tiga kepala daerah juga membahas KLB (Koefisien Lantai Bangunan), terutama yang berkaitan dengan pemanfaatan tata ruang.
BACA JUGA
Bertemu Pramono Anung, Gubernur Koster Jajaki Penerbitan Obligasi Daerah
Lebih lanjut dalam keterangannya kepada wartawan, Gubernur Koster menginformasikan bahwa ia mendapat banyak masukan dan gambaran dari Gubernur DKI terkait sejumlah isu yang dibahas.
“Kami mendapat gambaran tentang inisiatif dan langkah strategis DKI Jakarta yang selanjutnya akan kami pelajari. Ada beberapa hal yang bisa diterapkan di Bali, terutama mengenai pemanfatan ruang udara, ketinggian bangunan dan juga kerja sama dengan pihak swasta dalam percepatan pembangunan infrastruktur untuk meningkatkan kualitas pariwisata Bali,” urainya.
Selanjutnya, hasil pertemuan dengan Gubernur DKI Jakarta akan dibahas oleh tim teknis di Bali agar bisa segera diproses.
“Tentunya akan disesuaikan dengan regulasi yang ada, baik itu Perda maupun Pergub,” pungkasnya.
Menambahkan penjelasan Gubernur Koster, Pramono Anung menyinggung pentingnya creative financing bagi pemerintah daerah.
“Karena dalam situasi ekonomi seperti saat ini, kita menghadapi tantangan dalam meningkatkan APBD. Tak bisa terpaku pada pola konvensional, harus out of the box.








