BADUNG, SERANUSA.COM– Bukan tanpa alasan Wayan Koster kembali dipercaya seluruh DPC PDI Perjuangan se-Bali untuk memimpin DPD PDI Perjuangan Bali untuk ketiga kalinya.
Di bawah kepemimpinan Koster, prestasi partai di Bali meningkat signifikan. Hasil Pemilu 2019 dan 2024 menjadi tolok ukur kuat mengapa Koster kembali didapuk sebagai nakhoda partai banteng moncong putih di Pulau Dewata.
Aura kemenangan selalu terasa di Bali. Hal ini diakui pengurus DPP PDI Perjuangan. Meski digempur habis-habisan pada Pemilu 2024, Koster tetap berhasil menjaga marwah PDI Perjuangan di Bali. Fondasi struktur partai yang kuat telah diletakkan Koster selama dua periode memimpin partai tersebut.
“Setiap kali datang ke Bali selalu ada aroma kemenangan. Seperti yang kita bicarakan tadi (Sabtu, 18 Oktober 2025, red), struktur di Bali ini sangat kuat dan bisa menjadi model bagi daerah lain,” tegas Andreas Hugo Pareira, Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Keanggotaan dan Organisasi, dalam Konferda dan Konfercab DPD serta DPC PDI Perjuangan Bali di Sunset Road Convention Center, Sabtu, 18 Oktober 2025.
BACA JUGA
Menurut Andreas, Bali harus terus melebarkan sayap partai dengan menyasar segmen-segmen masyarakat yang selama ini belum terjamah.
“Segmen ekonomi kreatif di Bali sangat kaya, segmen anak muda luar biasa, juga kelompok minoritas. Ini tanggung jawab kita untuk melebarkan sayap partai,” ujarnya.
Namun Andreas mengingatkan seluruh struktur dan fungsionaris PDI Perjuangan Bali agar tidak terlena oleh kemenangan yang diraih.
“Kemenangan sering membuat orang terlena. Jangan sampai kita tertidur di tengah kemenangan. Saya yakin itu tidak akan terjadi di Bali, tetapi sebagai kawan, kita perlu saling mengingatkan,” katanya.
Ia juga berpesan kepada seluruh pengurus yang baru dikukuhkan agar mengurus partai dengan baik dan terus meningkatkan prestasi.
“Hari ini (Sabtu, 18 Oktober 2025) kita telah melakukan sesuatu yang besar. Bali akan menjadi salah satu model pengorganisasian partai terbaik di Indonesia,” tegas Andreas.








