SINGARAJA, SERANUSA.COM – Pemerintah Kabupaten Buleleng menggelar Puncak Karya Mamungkah, Melaspas, Ngenteg Linggih, dan Mapedudusan Agung di Kawasan Praja Mandala Singa Ambara Raja serta Kantor Bupati Buleleng, Rabu (29/7). Upacara diikuti Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra, Wakil Bupati Gede Supriatna, Ketua DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya, Sekda Buleleng, jajaran kepala perangkat daerah, serta tokoh agama dan masyarakat.Dalam sambutannya, Bupati dr. I Nyoman Sutjidra menegaskan Praja Mandala Singa Ambara Raja merupakan aset milik seluruh masyarakat Buleleng. Karena itu, ia mengajak masyarakat bersama-sama menjaga kebersihan, keamanan, dan kelestarian kawasan yang sebelumnya dikenal sebagai Titik Nol Kota Singaraja tersebut.”Praja Mandala Singa Ambara Raja ini milik masyarakat Buleleng, milik kita semua. Mari kita jaga bersama agar tetap lestari dan dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat,” ujarnya.Selain itu, Bupati juga menyampaikan rencana pengembangan kembali Pelabuhan Buleleng sebagai upaya menghidupkan kejayaan Kota Singaraja. Menurutnya, pelabuhan tersebut memiliki nilai sejarah penting sebagai pusat perdagangan, pendidikan, pemerintahan, dan kebudayaan di Bali pada masanya.Prosesi keagamaan dipuput sejumlah sulinggih dan berlangsung khidmat sebagai bentuk penyucian kawasan yang telah rampung dibangun. Pemerintah berharap Praja Mandala Singa Ambara Raja tidak hanya menjadi ikon baru Kabupaten Buleleng, tetapi juga menjadi simbol persatuan serta mampu mendorong penguatan identitas daerah, pariwisata, dan pertumbuhan ekonomi.
Puncak Karya Praja Mandala Singa Ambara Raja Digelar, Bupati: Milik Seluruh Masyarakat Buleleng




