BADUNG,SERANUSA.COM-Ada pemandangan berbeda pada pertandingan final sepak bola Porprov Bali 2025 antara Gianyar vs Denpasar di stadion Samudra Kuta Bali beberapa waktu. Tampak Sekda Termuda nasional yaitu Sekda Gianyar I Gusti Bagus Adi Widhya Utama, S.IP., M.Si. atau yang akrab disapa Gus Bem, berada di pinggir lapangan.
Semula ia duduk di kursi VIP di tribun penonton. Namun setelah babak pertama ia turun menonton pertandingan dari sisi barat.
Ia berdiri di luar pagar lapangan. Sekda muda ini tampak berdiri seperti seorang suporter.
Karena dia memilih nonton dari luar pagar dan memberi support langsung kepada pemain pelatih official yang duduk di bench pemain.
BACA JUGA
Gianyar Juara Sepakbola Porprov Bali 2025, Kalahkan Denpasar dengan 10 Pemain
Gus Bem yang baru berusia 36 tahun ini, melompat kegirangan ketika tim Porprov Gianyar mencetak gol untuk menyamakan skor menjadi 3-3.
Kemudian berselang beberapa waktu, Tim Gianyar kembali mencetak gol untuk kemenangan 4-3 atas Denpasar.
Gus Bem tampak berlari kegirangan dan lompat bersama sama sejumlah ASN yang juga turut hadir sebagai suporter di lapangan.
Setelah itu Gus Ben bersama Bupati Gianyar I Made Agus Mayastra, Ketua DPRD Gianyar dan segenap jajarannya masuk ke dalam lapangan untuk memberikan selamat dan apresiasi kepada perjuangan seluruh jajaran tim.
Sekda juga mengapresiasi para pemain, official dan pengurus PSSI Gianyar dan tim Porprov Bali.
Semuanya berjalan menuju tribun timur stadion. Kemudian melakukan selebrasi bersama semua fans yang hadir.
Karena di sana tampak banyak suporter dari Gianyar yang mengenakan baju merah sejak babak pertama hingga akhir laga tak lelah memberi suport kepada tim.
Prestasi emas sepak bola Gianyar berhasil diraih setelah 6 tahun berlalu. Gianyar selalu gagal membawa pulang medali emas.
Kali ini kesempatan itu berhasil dimanfaatkan dengan mengalahkan Denpasar secara dramatis. Terakhir Gianyar merebut emas Porprov Bali pada tahun 2019 saat menjadi tuan rumah.
Prestasi ini sangat membanggakan masyarakat Gianyar. Karena ini menjadi bukti bahwa kiblat sepak bola Bali mulai mengarah ke Gianyar.




