Sengketa Dharma Experience Restaurant Pecatu, Dirut Jake Seret Sejumlah WNA ke Ranah Hukum

Geruduk: Suasana Dharma Restaurant di Jalan Labuan Sait, Pecatu, mencekam karena didatangi puluhan pria berbadan kekar, Senin, 20 April 2026.
Geruduk: Suasana Dharma Restaurant di Jalan Labuan Sait, Pecatu, mencekam karena didatangi puluhan pria berbadan kekar, Senin, 20 April 2026.

MANGUPURA, SERANUSA.COMSengketa The Dharma Experience berbuntut panjang. Dari konflik internal bisnis menjadi pusaran persoalan hukum serius, ketika kerja sama PT Melali Management and Consultancy dengan CV Buddha Dharma Jaya retak akibat tarik-menarik kepentingan investor asing.

Kini memuncak dalam aksi dugaan pengancaman dan intimidasi oleh puluhan pria di Dharma Restaurant Pecatu yang berujung laporan polisi dan gugatan Perbuatan Melawan Hukum di PN Denpasar. 

Kuasa hukum Jake Seaforth Mackenzie Direktur Utama (Dirut) PT Melali Management And Consultancy dengan CV Buddha Dharma Jaya milik Yulia Wahyuni yakni Nikolas Johan Kilikily, SH, MH, menjelaskan bahwa akar persoalan bermula dari hubungan kerjasama dengan sejumlah investor asing asal Australia, diantaranya Peter Wallace Grant sebagai Direktur, David Bernard Cullen berstatus Komisaris, Dean Charles Morrison adalah pemegang saham biasa, dan David James Parry sebagai konsultan.

Dalam konstruksi bisnis tersebut, Direktur Utama PT Melali Jake Seaforth Mackenzie, bertindak sebagai pemilik gedung, sementara CV Buddha Dharma Jaya yang dimiliki tunggal oleh Yulia Wahyuni sebagai pengelola restoran.

Karena itu hubungan hukumnya jelas.  CV Buddha Dharma Jaya menyewa gedung milik PT Melali.

 “Jadi ada perikatan sah yang tidak bisa diputus sepihak,” tegas Nikolas di Badung, Minggu (26/4/2026) seperti dikutip dari Radar Bali. Namun, situasi berubah drastis pada Senin, 20 April 2026. 

BACA JUGA

Bendesa Adat Gede Pariatha: Warga Serangan dan BTID selalu Harmonis, Kura Kura Bali Bagian dari Bali

Saat itu, suasana Dharma Restaurant di Jalan Labuan Sait, Pecatu, mendadak mencekam. Datang puluhan orang berbadan kekar dan memasuki area restoran.

Salah satu di antaranya mengaku sebagai kuasa hukum PT Melali Management and Consultancy Dalam laporan polisi, seorang pria yang memimpin pasukan itu memperkenalkan diri sebagai Almando dan langsung menyampaikan niat untuk mengambil alih bangunan. 

Bahkan, ia disebut mengancam akan mengganti seluruh kunci akses. Pernyataan tersebut sontak memicu ketegangan. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *