DENPASAR,SERANUSA.COM-Hari Suci Nyepi akan berlangsung bertepatan dengan Shalat Tarawih Idul Fitri 2025 atau 1446 Hijriah, pada 29 Maret 2025. Hari Raya Idul Fitri 2025 akan jatuh pada Senin 31 Maret 2025.
Demi menjaga kenyamanan dan suasana kondusif di Bali saat umat Hindu Bali melaksanakan Catur Brata Penyepian atau hari raya Nyepi, maka pemerintah Provinsi Bali dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) mengeluarkan imbauan dan sejumlah seruan yang harus ditaati.
Dalam surat edaran resmi ditandatangani oleh Ketua FKUB Bali Ida Penglinsir Agung Putra Sukahet, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Bali Komang Sri Marheni, Kapolda Bali Irjen Pol. Daniel Adityajaya, Danrem 164/Wirasatya Brigjen Ida I Dewa Agung Hadisaputra, telah ditetapkan sejumlah imbaun.
BACA JUGA
Pelaku Usaha Dilarang Jual Hari Suci Nyepi, Pemprov Bali dan FKUB Siapkan Sanksi Tegas
Seperti, pada tanggal 29 Maret 2025 nanti, umat Islam di Bali tetap melakukan sholat tarawih dengan memenuhi syarat yang harus ditaati. Beberapa diantaranya adalah bisa sholat tarawih di masjid terdekat dengan rumah, ditempuh dengan berjalan kaki, tidak menggunakan pengeras suara, menggunakan lampu secara terbatas atau seperlunya sehingga tidak mencolok. Dan bila ingin sholat tarawih di masjid terdekat, maka waktu yang dibolehkan hanya pukul 20.00 WITA sampai 21.30 WITA.
Ketua FKUB Bali Ida Penglinsir Agung Putra Sukahet mengatakan, secara keseluruhan ada 10 point seruan atau himbauan kepada seluruh stakeholder terkait di Bali. “Ini adalah seruan bersama FKUB Bali. Ini dilakukan demi menjaga kenyamanan dan suasana kondusif di Bali saat umat Hindu Bali melaksanakan Catur Brata Penyepian atau hari raya Nyepi. Seruan ini bisa menjadi pedoman bagi setiap orang yang ada di Bali untuk menghormati warga Bali yang sedang merayakan Nyepi,” ujarnya. Sebanyak 10 butir seruan bersama FKUB Bali ini sifatnya himbauan yang bisa menjadi rujukan bersama bagi seluruh stakeholder terkait lainnya.
Ia juga menggarisbawahi beberapa point penting dari seluruh seruan tersebut. Salah satunya adalah larangan tentang branding Nyepi untuk mempromosikan jasa wisata, akomodasi hotel dan restoran serta tempat hiburan malam lainnya. Berdasarkan pengalaman, banyak hotel di Bali yang menjual paket Nyepi.








