Tak Gampang Bangun Bandara Bali Utara, Wayan Koster Ungkap Tahap Penting yang Harus Dijalankan, Simak Penjelasannya

Ilustrasi Bandara Bali Utara. FOTO ist Phinemo.com
Ilustrasi Bandara Bali Utara. FOTO ist Phinemo.com

SERANUSA.COM,DENPASAR-Bandara Bali Utara di Kubutambahan Buleleng menarik perhatian dan menjadi topik hangat. Sejumlah pihak angkat bicara terkait rencana pembangunan infrastruktur transportasi udara ini. Disinyalir, keberadaan Bandara Bali Utara dapat memeratakan kunjungan pariwisata di seluruh wilayah Pulau Dewata.

Namun untuk mewujudkan hal besar ini tak mudah. Beberapa hal penting ini harus dikerjakan sebelum fokus membangun bandara.

Butuh lima hingga enam tahun kedepan sebelum benar-benar fokus membangun bandara Bali Utara.

Gubernur Bali 2018-2023 Wayan Koster juga turut mengomentari rencana ini. Menurut DPR RI dari PDI Perjuangan tiga periode ini (2004-2009, 2009-2014, 2014-2019) masih ada beberapa hal penting yang harus dilakukan sebelum membangun bandara.

Kepada awak media, Koster menjelaskan, sebelum berbicara tentang bandara Bali Utara, lebih dulu harus berbicara akses dan infrastrukturnya. Akses penghubung antara kabupaten kota di Bali menuju ke lokasi bandara di Buleleng.

BACA JUGA:

Pantai Nyang Nyang Nan Eksotis di Bali Selatan, Privasi akan Terjaga Selama Berada di Pantai Pasir Perawan ini

“Pertama titik lokasi di bandara dimana ditentukan dulu,
kemudian berikut adalah akses menuju lokasi bandara. Apakah infrastrukturnya berupa jalan tol atau kereta api. Harus dibutuhkan studi lebih dulu infrastruktur penghubungnya, ini perlu waktu apakah butuh tol atau transportasi lain kereta api dan lainnya.” jelas Koster.

Gubernur Bali 2018-2023 asal Desa Sembiran ini mengatakan, hal ini memerlukan waktu untuk studinya. Terutama untuk studi aksesnya saja paling tidak setahun waktunya. Kemudian berikutnya kalau sudah diputuskan pilihannya, jalan tol atau kereta api, hal selanjutnya harus pembebasan lahan.

“Dan medannya tak gampang karena daratan Bali ada bukitnya, lembahnya, artinya banyak jembatan dibangun di sana, katanya.

Kemudian hal yang harus dilakukan yang tak kalah pentingnya yakni pembebasan lahan. Waktu untuk pembebasan lahan saja sekira dua tahun prosesnya.

“Membebaskan lahannya itu paling cepat dua tahun, setelah lahan dibebaskan semoga lancar, baru pembangunan infrastruktur tol atau keretanya. Itu paling cepat dua tahun juga. Artinya dalam lima atau enam tahun kedepan harus menyiapkan satu pilihannya, studinya, dan memutuskan tol atau kereta api baru kita memutuskan membangun bandara Bali Utara,” tegas Wayan Koster.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *