DENPASAR,SERANUSA.COM-dr Wayan Sudana teprpilih secara aklamasi sebagai Ketua Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (PELTI) Bali periode 2026-2030.
Mantan Direktur RS Prof Ngoerah (RS Sanglah) berkomitmen menjalankan arahan PP Pelti untuk membangun organisasi secara kolektif dan juga meningkatkan potensi usia muda tenis lapangan di Pulau Dewata.
BACA JUGA
Badung Juara 3 Turnamen Tenis Lapangan HUT RS Prof Ngoerah ke-66
Pada Musyawarah Olah Raga Propinsi Luar biasa PELTI Bali yang berlangsung di ruang pertemuan KONI Bali Jalan Angsoka Denpasar Sabtu, 18 April 2026 yang dihadiri oleh seluruh pengurus PELTI Kabupaten dan Kota sebagai pemilik hak suara, hadir juga Sekjen Pengurus Pusat PELTI, DR Andi Fajar Asti MPd, MSc, mewakili Ketua Umum PELTI Pusat Prof DR H.A.M Nurdin Halid sekaligus membuka secara resmi Musyawarah Olah Raga Propinsi Luar Biasa Pelti Bali.
Dalam Musorprov PELTI Bali terpilih secara aklamasi Dokter I Wayan Sudana mantan Dirut RS Prof Ngoerah Denpasar sebagai ketua Pelti masa bakti 2026-2030.
Sekjen PP Pelti DR Andi Fajar Asti mengatakan Tenis Lapangan merupakan salah satu cabor andalan Imdonesia dalam even Sea Games bahkan Asian Games.
Sehingga perlu pembinaan berkesinambungan oleh para pengurus Pelti, orang tua atlet serta pihak-pihak yang peduli dengan kemajuan tenis lapangan.
Kedepan olah raga tenis lapangan harus dibangun bersama dengan pondasi dan ekosistem sebagai industri tenis Indonesia. Agar pembinaan tidak terkotak-kotak.
“Bali ini banyak bibit-bibit petenis junior usia 12 dan 14 yang sedang berkiprah di ajang nasional bahkan International, sebut saja Komang Bagus Wahyu Purustama petenis U-14 asal Buleleng, ada juga Komang Krisnaditya dan Kadek Adiyatma,” Kata Sekjen Andi Fajar Asti.
Sementara Plt Ketua Pelti Bali Dr Gede Kambayana SP.Pd menyampaikan laporan pertanggungjawaban pengurus Pelti sebelumnya. Dari laporan yang disampaikan, semua pengurus pelti Kabupaten/Kota menerima laporan yang disampaikan oleh Plt Ketua Pelti Dr Gede Kambayana SP.Pd.(*)








