SERANUSA.COM,DENPASAR-Bali sebagai destinasi wisata dunia harus sadar dan wajib bersiap. Tahun 2025 menjadi awal perubahan. Termasuk tren pariwisata baru dari para wisatawan di negara-negara dunia.
Krama Bali beruntung memiliki pemimpin visioner seperti Wayan Koster. Gubernur Bali 2018-2023 dan 2025-2030 terpilih ini telah meletakkan dasar yang kuat di Bali melalui visi nangun sat kerthi loka Bali.
Upaya Gubernur Koster demi menghadapi arus perubahan tren wisata dunia.
Melalui visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali, Gubernur Koster telah membangun Bali yang ajeg hadapi tantangan kedepan.
BACA JUGA:
Zulkifli Hasan: Sampah lebih Banyak dari Ikan di Laut Bali jika Hal ini Dibiarkan
Filosofi pembangunan ini tentunya telah diketahui semua krama Bali. Bahwa Koster Membangun Bali berdasarkan prinsip menjaga kesucian dan keharmonisan alam, manusia, dan kebudayaan menuju krama Bali yang sejahtera dan bahagia secara sekala dan niskala.
Bila melihat visi Wayan Koster dibanding tren pariwisata kedepan yang dikemukan para ahli, sudah jelas tergambar bahwa konsep ini demi kehidupan yang sejahtera semua krama Bali.
DIlansir dari kemenparekraf.go.id, dijelaskan para ahli bahwa beberapa tren pariwisata kedepan yakni temuan yang mengemuka bahwa minat wisatawan terhadap cultural immersion atau pengalaman budaya yang mendalam diprediksi akan terus meningkat (58,97%).
Tren ini mencerminkan keinginan wisatawan untuk mendapatkan pengalaman yang lebih mendalam dan autentik dengan budaya lokal saat berwisata. Tren ini diprediksi akan membawa wisatawan dunia lebih dominan memilih Bali.
Selanjutnya, 56,41% ahli menyatakan bahwa health and wellness tourism akan menjadi tren, terlihat dari tahun sebelumnya di mana terdapat peningkatan minat terhadap wisata kesehatan dan kebugaran.
Wisatawan mulai melirik kesehatan, relaksasi, dan kesejahteraan pribadi sebagai bagian dari aktivitas, terutama dalam konteks pemulihan pasca pandemi, masa di mana terdapat peningkatan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan fisik dan mental.








