SERANUSA.COM,JEMBRANA-Wakil Bupati Jembrana 2019-2024 Gede Ngurah Patriana Krisna (Ipat) anak kandung Bupati 2000-2010 I Gede Winasa berteima kasih kepada Bupati Jembrana 2019-2024 I Nengah Tamba. Ipat mengakhiri duet bareng Tamba. Ia memutuskan berpasangan dengan I Made Kembang Hartawan pada Pilkada Serentak 2024-2029 di Kabupaten Jembrana Bali.
Ipat pilih berpasangan dengan Kembang yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Jembrana. Pilihan politik Ipat sekaligus menghentikan spekulasi kemana langkah politiknya jelang Pilkada Serentak yang akan digelar 27 November 2024.
Keputusan Ipat memilih koalisi dengan PDI Perjuangan kabarnya mendapat dukungan dari DPD II Golkar Jembrana. Koalisi ini memberi peluang Partai berlogo Banteng Moncong Putih bakal kembali merebut Kabupaten Jembrana yang sempat lepas dari kepemimpinan lima tahun terakhir.
Keputusan Ipat tak lepas dari arahan sang ayah Gede Winasa yang memilih kembali ke pelukan PDI Perjuangan. Diprediksi warga Jembrana akan terpengaruh dengan manuver politik Gede Winasa pasca bebas dari tahanan.
Diperkirakan mayoritas warga di Jembrana akan memilih paket Kembang Ipat ketimbang paket paket lainnya. Kepemimpinan terbaik Gede Winasa selama 10 tahun akan tercermin dalam paket Kembang Ipat.
Pernyataan tegas Ipat memilih koalisi dengan Kembang disampaikan Selasa 9 Juli 2024. Ipat menegaskan bahwa DPD II Partai Golkar Jembrana juga telah merekomendasi dirinya berpasangan dengan calon bupati dari PDIP Jembrana, Kembang Hartawan.
”Hari ini kami Gede Ngurah Patriana Krisna (Ipat) Menyampaikan sikap bahwa dalam pilkada serentak tahun 2004 di Kabupaten Jembrana kami akan maju sebagai calon wakil bupati berpasangan dengan I Made kembang hartawan sebagai calon bupati Kabupaten Jembrana,” kata Ipat.
Dia menegaskan, I Made kembang hartawan maju dari PDI Perjuangan dan dirinya maju dari Partai Golkar. Koalisi ini kata dia mencerminkan kerjasama PDI Perjuangan dan Golkar.
“Sikap politik ini merupakan keputusan bagi kami bersama keluarga terutama restu dari Bapak I Gede Winasa Bupati Jembrana periode 2000 sampai dengan 2010 yang baru bebas dari tahanan,” katanya. Dia mengatakan, dengan sikap politik ini maka sekaligus mengakhiri pemberitaan mengenai siapa pasangannya dalam pilkada serentak 2024.








