WHDI Provinsi Bali Perkuat Peran Perempuan Hindu dalam Pelestarian Budaya dan Adat Bali

Rapat WHDI Provinsi Bali: Perkuat Peran Perempuan Hindu dalam Pelestarian Budaya dan Adat Bali.
Rapat WHDI Provinsi Bali: Perkuat Peran Perempuan Hindu dalam Pelestarian Budaya dan Adat Bali.

DENPASAR,SERANUSA.COM- Penasehat Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Provinsi Bali, Ny. Seniasih Giri Prasta, mengajak jajaran WHDI untuk menunjukkan komitmen dalam menjaga nilai-nilai luhur budaya, adat, dan agama Hindu.

Hal ini disampaikannya dalam rapat koordinasi yang diselenggarakan di Sekretariat BKOW Provinsi Bali, Renon, Denpasar, pada Selasa (15/7).

Rapat ini dihadiri oleh perwakilan WHDI dari sembilan kabupaten/kota se-Bali. Dalam arahannya, Ny. Seniasih memberikan apresiasi kepada seluruh jajaran pengurus WHDI atas dedikasi dan semangat ngayah yang telah ditunjukkan selama ini.

BACA JUGA

Giri Prasta: Pentingnya Tanggung Jawab Generasi Terhadap Leluhur

“Ibu Ketua WHDI kita adalah sosok yang mampu menjaga organisasi seperti perahu yang tetap melaju meskipun diombang-ambing gelombang. Ini hasil dari kegigihan dan komitmen beliau,” ujar Ny. Seniasih.

Ia menegaskan bahwa WHDI bukan sekadar organisasi simbolik, melainkan memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga keberlangsungan adat, budaya, dan agama Hindu.

Ia juga mendorong seluruh anggota agar aktif menjaga identitas Hindu Bali, termasuk melalui hal-hal mendasar seperti tata cara berpakaian ke pura dan edukasi kepada lingkungan sekitar.

WHDI bukan main-main, bukan sekadar pin atau atribut. Ini tentang kesakralan budaya kita. Kita punya tugas menyosialisasikan ini, paling tidak dimulai dari keluarga, anak-anak, dan lingkungan sekitar,” tegasnya.

Sebagai Ketua BKOW Provinsi Bali, Ny. Seniasih juga mengajak seluruh organisasi perempuan untuk bersinergi dalam membangun Bali secara kolektif.

“Kita tidak bisa bekerja sendiri-sendiri. Tanpa gotong royong ibu-ibu di seluruh provinsi, mustahil kita bisa berhasil. Mari gunakan fasilitas yang ada dan berorganisasi dengan senang hati, bukan setengah hati,” tambahnya.

BACA JUGA

Kepala BNN RI: Kepemimpinan Gubernur Koster Luar Biasa, Jaga Etalase Indonesia di Mata Dunia, Siap Sinergi Tekan Peredaran Narkotika

Dalam kesempatan tersebut, ia juga memperkenalkan program revitalisasi Tari Rejang WHDI, sebuah gerakan pelestarian seni sakral yang akan menjadi representasi WHDI Provinsi Bali pada tahun 2026.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *