Bali Mau Jadi Apa, Irigasi Subak Ditutup Beton, DPRD Badung Minta Proyek Vila Canggu Ditutup

Tak Lengkap Izin

Tutup subak irigasi DPRD Badung tutup proyek villa di Canggu. FOTO DPRD Badung
Tutup subak irigasi DPRD Badung tutup proyek villa di Canggu. FOTO DPRD Badung

BADUNG,SERANUSA.COM-Mau jadi apa pariwisata Bali jika subak irigasi yang menjadi warisan leluhur melambangkan tri hita karana ditutup oleh beton pembangunan vila.

Canggu Kuta Utara Badung sebagai wilayah yang kini dipenuhi beton. Irigasi ditutup dengan sendirinya sumber air untuk kehidupan warga Bali akan stop dan warga terkena dampak. Sawah akan kering dan sumber makanan akan hilang. 

Mendapat laporan irigasi di Canggu ditutup, Anggota DPRD Badung, dari Komisi I, II dan III melakukan kunjungan lapangan di wilayah Desa Canggu, Selasa 14 Januari 2025.

BACA JUGA

Apresiasi Generasi Muda, Bupati Giri Prasta Support Rp 20 Juta dan Bima Nata Rp 10 juta

Kunjungan lapangan dilakukan, karena adanya laporan yang diterima oleh masyarakat Canggu ada bangunan yang menutup saluran irigasi warga petani di desa tersebut.

Pemantauan pun dilakukan langsung di Subak Uma Desa Canggu.

Ternyata dari hasil pemantauan pihak investor, tidak saja melakukan penutupan saluran irigasi sawah warga di wilayah Subak Uma Desa Canggu, namun juga proses perizinan pembangunan villa tersebut juga belum lengkap.

Ketua Komisi I DPRD Badung, Bima Nata mengakui dari pengecekan kelapangan yang dilakukan setelah ditemukan sejumlah pelanggaran, dan memang ada saluran irigasi sawah yang ditutup dan ada bangunan juga yang belum melengkapi perizinannya.

BACA JUGA

Banyak Warga Bali Alami Kejadian Apes Masuk Bandara Ngurah Rai, Parkir Dibawah 1 Jam Bayar Rp 75 Ribu

“Yang paling penting di sini investor ternyata belum ada koordinasi dari pihak Desa Adat dan Desa Dinas di Canggu.

Kami akan terus memantau hal ini sehingga tidak ada lagi pelanggaran yang merugikan masyarakat,” ujarnya.

Sementara Wakil Ketua Komisi I, I Gusti Lanang Umbara menambahkan, dari apa yang sudah dilihat di lapangan dan sejumlah pelanggaran yang ada, untuk sementara pihaknya merekomendasi agar pihak proyek menghentikan aktivitasnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *