Dua Pemuda Nekat Rampas Vespa Piaggio Milik NLSD di Denpasar, Ngaku Debt Collector Indomobil

Dua Pemuda Nekat Rampas Vespa Piaggio Milik NLSD di Denpasar, Ngaku Debt Collector Indomobil. Foto ist Polda Bali.
Dua Pemuda Nekat Rampas Vespa Piaggio Milik NLSD di Denpasar, Ngaku Debt Collector Indomobil. Foto ist Polda Bali.

DENPASAR, SERANUSA.COM- Dua pemuda diduga nekat merampas sepeda motor Vespa Piaggio di area parkir kos Jalan Pemogan Mutiara Indah II, Raya Pemogan, Denpasar Selatan, Minggu (29/6) pukul 16.30 Wita. 

Keduanya mengaku sebagai Ngaku Debt Collector Indomobil dan merampas paksa sepada motor dari korban. 

Polda Bali berhasil membekuk keduanya di Denpasar dan Karangasam. 

Dua pemuda tersebut diketahui berasal dari NTT masing – masing berinisial LAN (23) dan FC (22) dibekuk anggota Polda Bali karena merampas sepeda motor orang. 

Dalam beraksi, kedua pelaku mengaku sebagai debt collector digunakan dua pria untuk merampas sepeda motor milik warga.

 Bermodal data yang ditunjukkan melalui telepon seluler, kedua pelaku mendatangi korban dan meminta motor dengan dalih menunggak angsuran. Namun, aksi tersebut ternyata bukan penarikan kendaraan resmi. 

Setelah melakukan pengecekan ke perusahaan pembiayaan, dipastikan tidak ada surat penarikan untuk kendaraan tersebut.

Aksi tersebut terjadi di area parkir kos Jalan Pemogan Mutiara Indah II, Raya Pemogan, Denpasar Selatan, Minggu (29/6) pukul 16.30 Wita. 

Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Ariasandy dalam keterangannya mengatakan,  kasus ini bermula ketika korban berinisial NLSD (19) saat itu meminjam sepeda motor Piaggio Vespa Sprint 150 I-GET warna hitam tahun 2019 milik kakak iparnya. Saat hendak keluar dari kos, tiba-tiba didatangi dua pria yang tidak dikenal.

Keduanya mengaku sebagai debt collector dari Indomobil. Pelaku kemudian meminta korban menyerahkan sepeda motor dengan alasan terdapat tunggakan. Untuk meyakinkan pengendara, salah seorang pelaku menunjukkan data melalui HP.

 Karena takut, ia lantas menelepon kakaknya, INA. Namun sebelum komunikasi berlangsung lama, pelaku mengambil alih situasi. 

“Tidak usah, biar saya yang cari ke tempat kerja,” ujar pelaku seperti disampaikan dalam keterangan polisi.

Setelah itu, aksi tersebut berubah menjadi pemaksaan. Pelaku menarik tangan dan tas korban, kemudian mengambil kunci sepeda motor serta STNK yang berada di dalam tas. Selanjutnya, Vespa tersebut dibawa kabur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *