Gubernur Koster Disambut Meriah Koor Thomas Aquino Katedral Denpasar, Sebut Roh Gereja Katolik Bali Searah Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali

Disambut Meriah Koor Thomas Aquino Katedral Denpasar, Gubernur Koster Sebut Roh Gereja Katolik Bali Searah dengan Visi Nangun Sat Kertho Loka Bali. FOTO ist
Disambut Meriah Koor Thomas Aquino Katedral Denpasar, Gubernur Koster Sebut Roh Gereja Katolik Bali Searah dengan Visi Nangun Sat Kertho Loka Bali. FOTO ist

DENPASAR,SERANUSA.COM-Gubernur Bali Wayan Koster menyambangi umat Katolik di Paroki Roh Kudus Denpasar, Keuskupan Denpasar saat perayaan Natal, Kamis (25/12/2025).

Saat memasuki gereja, Koster disambut dengan alunan lagu secara meriah yang dibawakan oleh puluhan anggota koor dari Lingkungan St. Thomas Aquino Katedral Denpasar. Koster dijemput langsung oleh Pastor Paroki Roh Kudus Denpasar, RP. Yosep Wora, SVD beserta pastor rekan dan tokoh umat lainnya.

Sejak memasuki gedung gereja, semua umat berdiri dan terus bertepuk tangan menyambutt kedatangan gubernur visioner ini. Tiba dalam gereja, Koster langsung dipersilahkan naik ke mimbar untuk memberikan arahan di hadapan lebih dari 2 ribu umat Katolik, baik yang ada dalam gereja maupun yang menyaksikan langsung dari layar monitor dari halaman gereja, basement dan lapangan samping gereja.

Menurut Koster, keberadaan Gereja Katolik Paroki Roh Kudus Denpasar dan juga seluruh gereja Katholik di Bali itu bukan sekadar pusat ibadah, melainkan pilar moral dan mitra strategis pemerintah dalam merawat peradaban Bali.

“Kontribusi umat Katolik, baik secara niskala melalui keteguhan doa, merupakan bagian tak terpisahkan dari denyut nadi pembangunan Bali yang inklusif dan harmonis maupun secara sekala melalui pelayanan sosial hingga pendidikan yang tiada henti,” ujarnya.

BACA JUGA

Isu Bali Sepi Terbantah, Data Resmi AP 6,8 Juta Wisman dan Total 15,9 Juta Turis Datang ke Bali

Ia melanjutkan, Gereja Katolik Roh Kudus Katedral Denpasar memiliki sejarah panjang yang mengakar kuat di tanah Bali. Sejak peletakan batu pertamanya hingga kini berdiri megah di pusat pemerintahan di kawasan Renon Denpasar. Tempat ini bukan sekadar bangunan fisik, melainkan simbol kehadiran kasih Tuhan di tengah masyarakat.

Sejak kehadirannya, Gereja Katolik di Bali mengajarkan bahwa iman tidak berhenti pada ritual semata, tetapi harus hidup dalam tindakan nyata, dalam keluarga, masyarakat, dan bangsa. “Semangat inilah yang selaras dengan tema Natal tahun ini, “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga”, yang menempatkan keluarga sebagai pusat kasih, pendidikan nilai, dan fondasi peradaban,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *