DENPASAR,SERANUSA.COM– Pemerintah Provinsi Bali mengambil langkah antisipatif untuk memastikan dua hari besar keagamaan yang waktunya berdekatan tahun ini dapat berlangsung damai dan penuh penghormatan.
Melalui koordinasi lintas majelis agama, pemerintah daerah ingin memastikan masyarakat tetap merasakan suasana khidmat sekaligus menjaga harmoni kerukunan yang selama ini menjadi kekuatan Bali.
Rapat koordinasi tersebut digelar oleh Pemerintah Provinsi Bali bersama majelis agama se-Bali guna membahas pelaksanaan Hari Raya Nyepi yang waktunya berdekatan dengan Hari Raya Idulfitri tahun ini.
Rapat yang diselenggarakan oleh Dinas Pemajuan Masyarakat Adat Provinsi Bali melalui Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) tersebut dipimpin langsung Gubernur Bali, Wayan Koster.
Pertemuan berlangsung di Gedung Kertha Sabha, Jaya Sabha, Denpasar, Rabu (11/3). Rapat ini dihadiri perwakilan majelis agama dan unsur terkait guna memastikan dua hari besar keagamaan tersebut dapat berjalan tertib dan harmonis.
BACA JUGA
Gubernur Koster dan Kapolda Pimpin Apel Pasukan, Harap Bali Tetap Aman dan Kondusif
Usai rapat, Gubernur Koster mengatakan pembahasan utama dalam pertemuan tersebut adalah bagaimana pelaksanaan Nyepi dan Idulfitri dapat berlangsung khidmat, aman, serta tetap menjaga kenyamanan masyarakat.
“Bagaimana agar pelaksanaan Nyepi dan Idulfitri berjalan dengan khidmat, nyaman, aman dan kondusif. Semua majelis dan umat bersepakat seperti itu,” ujar Wayan Koster.
Ia menegaskan seluruh pihak sepakat menjaga toleransi serta keharmonisan antarumat beragama di Bali.
“Kesepakatannya supaya semuanya berjalan dengan baik, saling menghormati satu sama lain serta menjaga toleransi, kerukunan dan keharmonisan antarumat,” tegasnya.
Terkait kepastian tanggal Hari Raya Idulfitri, Koster mengatakan pemerintah daerah masih menunggu keputusan resmi pemerintah pusat melalui sidang isbat.
“Keputusan resminya kan nanti melalui sidang isbat. Jadi kita tunggu saja itu, jangan ditanya dulu karena belum ada keputusan,” ungkapnya.








